Mayjen Bagheri: Langkah AS Anti-Quds, Awal Intifada Besar
https://parstoday.ir/id/news/iran-i48023-mayjen_bagheri_langkah_as_anti_quds_awal_intifada_besar
Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran menilai keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim palsu, Zionis Israel sebagai awal dari sebuah Intifada Besar.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Des 11, 2017 12:10 Asia/Jakarta
  • Mayjen Mohammad Bagheri, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata RII.
    Mayjen Mohammad Bagheri, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata RII.

Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran menilai keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim palsu, Zionis Israel sebagai awal dari sebuah Intifada Besar.

"Pengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis oleh AS merupakan awal dari sebuah Intifada Besar dan keputusan keliru ini juga akan menjadi awal dari peristiwa yang menggembirakan," kata Mayor Jenderal Mohammad Bagheri dalam pidatonya di Seminar Nasional mengenai Kekuatan-kekuatan Besar dan Keamanan Asia Barat yang digelar di Tehran, ibukota Iran, Senin (11/12/2017).

Ia menambahkan, rezim Zionis Israel adalah akar dari persoalan di kawasan dan umat Islam tidak akan menotelir kelenjar kanker ini.

"Jika Revolusi Islam tidak terjadi, maka rezim Zionis pasti telah mewujudkan bagian penting dari wilayah yang diidamkannya," kata Mayjen Bagheri seperti dilansir Sepah News.

Warga Palestina dan militer Zionis Israel

Ia lebih lanjut menuturkan, sebuah daerah kecil masih di bawah pendudukan kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) di bawah dukungan Israel, di mana daerah ini akan segera di bebaskan.

Sekarang, lanjut Mayjen Bagheri, semua dunia bahkan Amerika Serikat telah menerima kelanjutan pemerintahan legal Bashar al-Assad, Presiden Suriah.

Di bagian lain pidatonya, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran menjelaskan bahwa kawasan tidak membutuhkan kekuatan-kekuatan besar, dan Republik Islam sangat murah hati dan bahkan memaafkan negara-negara yang keliru di kawasan.

"Solusi persoalan di kawasan adalah menghormati pandangan rakyat di kawasan, dimana rakyat di kawasan sendiri yang harus memutuskan tentang bentuk pemerintahan negara mereka dan siapa yang harus berkuasa. Selain itu, perbatasan-perbatasan yang ada di kawasan harus dihormati," pungkasnya.

Seminar Nasional tentang Kekuatan-kekuatan Besar dan Keamanan Asia Barat digelar di Tehran pada Senin dengan partisipasi para pakar militer dan politik Iran. (RA)