Iran Dukung Resolusi PBB untuk Myanmar
https://parstoday.ir/id/news/iran-i48747-iran_dukung_resolusi_pbb_untuk_myanmar
Iran memberikan suara positif untuk sebuah resolusi di Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai pelanggaran hak asasi manusia terhadap Muslim Rohingya di Myanmar.
(last modified 2026-02-27T10:04:47+00:00 )
Des 27, 2017 05:59 Asia/Jakarta
  • Bahram Qassemi
    Bahram Qassemi

Iran memberikan suara positif untuk sebuah resolusi di Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai pelanggaran hak asasi manusia terhadap Muslim Rohingya di Myanmar.

Republik Islam mengirim sebuah surat resmi kepada kantor perwakilannya di PBB pada hari Selasa untuk mengumumkan dukungannya terhadap resolusi tersebut, mengingat "pentingnya pertimbangan kebijakan luar negeri dan prinsip pokok dari kebijakan luar negerinya", demikian kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Ahad mengadopsi sebuah resolusi yang menyeru Myanmar mengakhiri operasi militer yang telah "menyebabkan pelanggaran sistematis hak asasi manusia" Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine.

pembakaran rumah-rumah Muslim Rohingya

Resolusi tersebut, yang diajukan oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI), diadopsi dengan suara 122 setuju, 10 menentang dan 24 abstain. Iran pada awalnya tidak mengikuti pemungutan suara karena kebiasaan "politisasi" Komite Ketiga Majelis Umum PBB.

Qassemi mengecam kejahatan brutal oleh militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya dan mengatakan bahwa kebijakan pokok Republik Islam adalah mendukung hak semua Muslim di seluruh dunia, khususnya Muslim tertindas di Myanmar.

Qassemi menekankan bahwa Iran telah merilis sebuah pernyataan dalam mengecam langkah-langkah anti-Muslim Rohingya dan mengumumkan bahwa sebelumnya Tehran tidak mengikuti pemungutan suara, bukan karena isi resolusi tersebut, namun karena pendekatan bermotif politik yang selalu dilakukan terhadap isu hak asasi manusia.

Resolusi tersebut menyerukan agar Myanmar memberikan akses kepada tim bantuan kemanusiaan serta memberikan hak kewarganegaraan kepada Muslim Rohingya.

Resolusi itu juga mendesak Sekjen PBB Antonio Guterres segera menetapkan utusan khusus untuk Myanmar.(MZ)