Menlu Iran: Trump Ingin 'Membunuh' JCPOA
-
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, mengatakan Presiden AS Donald Trump sangat tidak puas dengan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan sedang mencari cara untuk 'membunuh' kesepakatan ini.
Hadir dalam program Goftogooye Vijeh Khabari TV2 IRIB, Senin (5/2/2018) malam, Zarif menuturkan AS mencoba untuk mendistorsi fakta, tapi JCPOA adalah bagian dari resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB.
"Satu-satunya kesepakatan yang gagal dirusak oleh Trump adalah JCPOA, karena ia bertekad untuk menghapus apapun yang ditinggalkan oleh pendahulunya Barack Obama," kata Zarif.
"Kami tidak mengharapkan AS untuk memenuhi kewajibannya dengan niat baik. Sejak hari pertama, ada kekhawatiran bahwa mereka akan bekerja dengan cara yang sama," jelasnya.
Zarif juga menekankan bahwa Iran selalu bertumpu pada rakyatnya, dan dengan pertolongan Allah Swt dan partisipasi rakyat, Republik Islam Iran telah menjadi negara paling aman di kawasan.

Menurutnya, ada dua pandangan dalam menjamin keamanan, dan Iran meyakini pandangan pertama, di mana keamanan harus dipenuhi dari dalam dengan partisipasi rakyat di kotak suara.
"Perspektif lain yang diadopsi oleh banyak negara di kawasan ini adalah membeli keamanan dari luar," tandasnya.
Arab Saudi, terang menlu Iran, telah melakukan banyak kesalahan di kawasan, termasuk berusaha menciptakan ketidakamanan dan mendukung kelompok-kelompok teroris.
"Tindakan Saudi di Yaman tidak menghasilkan apapun kecuali kebencian dan kemarahan bagi Riyahd," pungkasnya. (RM)