Iran Kecam Pernyataan Pejabat AS di Konferensi Munich
https://parstoday.ir/id/news/iran-i51797-iran_kecam_pernyataan_pejabat_as_di_konferensi_munich
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi mengecam pernyataan penasihat keamanan nasional Gedung Putih karena menyerukan negara lain untuk tidak berinvestasi di Iran.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Feb 18, 2018 08:34 Asia/Jakarta
  • Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi.
    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi mengecam pernyataan penasihat keamanan nasional Gedung Putih karena menyerukan negara lain untuk tidak berinvestasi di Iran.

"Pernyataan yang tidak relevan oleh Herbert Raymond McMaster di Konferensi Keamanan Munich, sejalan dengan kebijakan Iranphobia yang gagal," kata Qasemi pada Sabtu (17/2/2018) malam seperti dikutip IRNA.

"Hambatan yang diciptakan AS selama satu tahun terakhir untuk mencegah Iran memperoleh manfaat dari kesepakatan nuklir dan pengulangan pernyataan tersebut, mengindikasikan kelanjutan kebijakan Iranphobia demi mencapai tujuan hegemonik dan irasional mereka," tambahnya.

Herbert Raymond McMaster

"Kegagalan beruntun pemerintah AS di berbagai kancah internasional terutama dalam beberapa bulan terakhir, telah mendorong mereka untuk secara eksplisit menunjukkan ketidakpatuhannya terhadap kewajiban internasional dan niat buruk mereka kepada dunia," tegas Qasemi.

"Komentar yang dibuat oleh McMaster tidak menyisakan keraguan bahwa AS – yang tidak memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan nuklir – masih berusaha menghalangi pelaksanaan kesepakatan ini serta mencegah Iran dan masyarakat internasional untuk memperoleh manfaat, peluang dan kapasitas investasi yang disediakan oleh kesepakatan nuklir," ujarnya.

Tentu saja, lanjut Qasemi, antusiasme yang ditunjukkan oleh banyak negara untuk bekerjasama dengan Iran dan meningkatkan investasinya pasca kesepakatan nuklir, telah membuat Amerika khawatir.

"Kami menilai komentar McMaster sebagai ancaman bagi negara lain dan tidak hanya bertentangan dengan kesepakatan nuklir, tetapi juga bentuk pelanggaran AS terhadap semua undang-undang dan peraturan internasional," pungkasnya. (RM)