Zarif: AS Tahu Konsekuensi Batalkan JCPOA
-
Pertemuan Menlu Zarif dengan warga Iran di Serbia.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, mengatakan bahwa Iran adalah negara yang paling aman di Timur Tengah.
"Rakyat Iran telah menghadirkan keamanan dan kekuatan untuk Republik Islam di tengah semua sanksi kejam," kata Zarif pada acara ramah-tamah dengan warga Iran yang tinggal di Serbia, Senin (26/2/2018) malam, seperti dilaporkan IRNA.
"Hari ini, Barat dan Amerika Serikat mengeluh tentang pengaruh Iran yang terus meningkat dan ini tidak akan terjadi jika bukan karena perlawanan dan dukungan rakyat," tambahnya dalam pertemuan di kota Belgrade.
"Jantung semua orang Iran dengan berbagai latar belakang ideologi, berdenyut untuk Iran dan mereka siap mengorbankan semua yang mereka miliki pada saat-saat penting. Rakyat Iran melambangkan kemerdekaan dan independensi," tegasnya.
Dia mengatakan bahwa sanksi terberat AS tidak mampu membuat bangsa Iran berlutut. Amerika, lanjutnya, tidak akan pernah mampu untuk memisahkan bangsa Iran dari sistem Republik Islam.
"Seseorang dengan prioritas utamanya adalah membatalkan kesepakatan nuklir Iran dan menganggapnya sebagai perjanjian terburuk dalam sejarah AS, belum berhasil melakukannya setelah melewati 14 bulan, karena dia tahu berapa harga yang harus dibayar untuk ini," jelas Zarif.
Menlu Iran tiba di Belgrade pada hari Senin dalam rangkaian lawatan ke Serbia, Bulgaria, Kroasia dan Bosnia-Herzegovina. (RM/PH)