Rahbar: Musuh Tidak Mampu Menghadapi Poros Muqawama
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, Suriah saat ini berada di garis depan, sehingga tugas kita adalah mendukung perlawanan Suriah. Presiden Assad tentu saja telah tampil sebagai seorang pejuang besar dan tanpa ragu ia berdiri dengan teguh, dan ini sangat penting bagi sebuah bangsa.
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar hari Kamis (1/3) dalam pertemuan dengan Mohammad Abdul-Sattar al-Sayyed, Menteri Wakaf Suriah dan dan sekelompok ulama dari negara tersebut di Tehran.
Para musuh poros Muqawama sejak Maret 2011 dengan alasan mendukung rakyat Suriah bersamaan dengan mulainya gelombang Kebangkitan Islam di kawasan Asia Barat dan Afrika Utara, melaksanakan konspirasinya di Suriah sebagai poros Muqawama dihadapan rezim zionis Israel. Suriah merupakan benteng kokoh menghadapi arogansi rezim Israel dan program Amerika bersama sekutunya untuk menciptakan proyek Timur Tengah Baru. Oleh karenanya, Suriah menjadi tujuan konspirasi dan perang proksi dengan menyewa para teroris.
Pengiriman teroris dari pelbagai negara dunia ke Suriah dan dukungan finansial dan persenjataan kepada mereka memiliki tujuan penting. Tujuan itu adalah melengserkan pemerintahan Bashar Assad yang independen dan stabil. Ketegaran Bashar Assad dan rakyat Suriah menghadapi para teroris sewaan dalam perang proksi menciptakan pemimpin dan rakyat Suriah sebagai pejuang sejati yang tegar menghadapi musuh dan tidak membiarkan apa yang diinginkan oleh kekuatan-kekuatan besar untuk melaksanakan rencananya.
Kini, Suriah dengan resistensinya mendapat dukungan Iran. Karena Suriah yang berada di garis depan tegar menghadapi musuh-musuh Islam. Dukungan konsultatif Iran kepada Suriah ditambah ketegaran pemimpin dan rakyat negara ini berhasil menggagalkan konspirasi jahat musuh. Disiintegrasi Suriah menjadi pendahuluan dari proyek menciptakan Timur Tengah Baru dan proyek ini gagal berkat strategi poros Muqawama.
Kegagalan musuh-musuh dunia Islam menghadapi poros Muqawama dan dunia Islam membuktikan bila sebuah bangsa memiliki pemimpin independen, stabil dan memiliki semangat perjuangan dan kemuliaan, bakal menang dalam perang melawan para musuh. Hari ini pemimpin dan rakyat Suriah menjadi simbol keberhasilan. Resistensi dalam membela identitas bangsa Suriah setelah melewati tujuh tahun dari krisis negara ini membuktikan musuh tidak mampu melaksanakan apa yang dikatakannya dalam menghadapi bangsa yang seperti ini.
Revolusi Islam Iran juga menjadi model negara yang tidak menyerah kepada musuh. Revolusi Islam Iran memasuki usia 40 tahun, ketika semua kekuatan utama dunia, seperti Amerika Serikat, Uni Soviet, NATO dan kekuatan reaksioner di Asia Barat, sejak hari pertama telah bersatu untuk melenyapkan Republik Islam, namun revolusi ini tetap eksis dan maju. Dalam menjelaskan fakta tersebut, Ayatullah Khamenei mengatakan, eksisnya revolusi bangsa Iran menunjukkan bahwa apa yang diinginkan oleh AS, Eropa dan kekuatan nuklir dunia, tidak pasti terwujud.
Poros Muqawama di Suriah mampu memainkan peran dengan baik dan mengubah konstelasi kawasan Asia Barat menguntungkan bangsa-bangsa. Berakhirnya khilafah kelompok teroris Daesh di Irak dan Suriah merupakan puncak peran menentukan dan efektif anasir poros Muqawama di Lebanon, Suriah dan Irak. Berlanjutnya ketegasan poros Muqawama akan terus menggagalkan upaya musuh. Sekaitan dengan hal ini, Ali Akbar Velayati, Penasihat urusan Luar Negeri Rahbar menegaskan, poros Muqawama telah menyelamatkan Baghdad, Damaskus dan Beirut dari kejahatan kelompok teroris Daesh.