Shamkhani: Penguatan Kemampuan Rudal, Sebuah Keharusan
-
Sekretaris Dewan Tingi Keamanan Nasional RII Ali Shamkhani (kanan).
Sekretaris dewan tingi keamanan nasional Republik Islam Iran menggambarkan penguatan kemampuan pertahanan negaranya terutama kekuatan rudal sebagai sebuah keharusan yang tak terelakkan dalam pelaksanaan kebijakan pencegahan.
Ali Shamkhani mengatakan hal itu dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Yves Le Drian di Tehran, ibukota Iran, Senin (5/3/2018).
"Kemampuan pertahanan Republik Islam Iran bukan ancaman bagi negara manapun dan pengembangannya yang tidak mempengaruhi komponen politik, juga karena mengikuti kebutuhan keamanan dan potensi ancaman terhadap negara," imbuhnya.
Shamkhani lebih lanjut menyinggung upaya Iran untuk menumpas terorisme di Irak dan Suriah. Ia menjelaskan, jika Iran tidak mengeluarkan biaya besar untuk menumpa terorisme, maka ketidakamanan dan krisis akibat fenomena buruk tersebut bisa meluas hingga ke Eropa, bahkan ke Perancis.
Sekretaris dewan tinggi keamanan nasional Iran juga menyinggung aktivitas kelompok teroris MKO di Perancis.
"Tidak adanya langkah Perancis untuk menindak kelompok teroris di negara ini, di mana mereka telah meneror ribuan warga tak berdosa Iran bertentangan dengan tanggung jawab internasional dan penanganan terorisme," ujarnya.
Di bagian lain pernyataannya, Shamkhani menekankan pentingnya pelaksanaan penuh perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) oleh pihak-pihak di Eropa.
Ia menuturkan, kebijakan Eropa yang memberi konsesi kepada Amerika Serikat agar negara ini tetap bertahan di JCPOA adalah tidak benar dan ini berarti pasif dan menyerah dihadapan permainan urat saraf Presiden Donald Trump.
Sekretaris dewan tinggi keamanan nasional Iran menyinggung draf resolusi usulan sejumlah negara Eropa tentang Yaman. Ia menyebut draf itu sebagai tanda putus asa dan pengabaian negara-negara Barat terhadap genosida, pelanggaran Hak Asasi Manusia dan tragedi kemanusiaan di Yaman.

Sementara itu, Menlu Perancis mengapresiasi langkah aktif Iran terhadap JCPOA dan pelaksanaan penuh negara ini atas kewajibannya dalam perjanjian nuklir itu.
Le Drian menekankan pentingnya kepatuhan para penandatangan JCPOA atas kewajiban mereka. Ia juga menilai posisi AS sebagai penyebab kerapuhan kesepakatan internasional itu, dan ia pun telah menentangnya.
Menlu Perancis juga menyinggung langkah negaranya dan juga negara-negara Eropa untuk memfasilitasi hubungan perbankan dengan Iran. Menurutnya, strategi baru akan diumumkan untuk membuka hubungan keuangan dan perbankan yang serius antara Perancis dan Iran. (RA)