Sambut Tahun Baru, Iran Siap Hadapi Tantangan Regional dan Global
https://parstoday.ir/id/news/iran-i53635-sambut_tahun_baru_iran_siap_hadapi_tantangan_regional_dan_global
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi mengatakan bahwa dengan kapasitas nasional dan dukungan rakyat, Iran akan mengatasi semua tantangan yang dihadapinya baik di kawasan maupun dunia.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 19, 2018 12:12 Asia/Jakarta
  • Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi.
    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi mengatakan bahwa dengan kapasitas nasional dan dukungan rakyat, Iran akan mengatasi semua tantangan yang dihadapinya baik di kawasan maupun dunia.

Dia menyimpulkan bahwa kinerja Kemenlu Iran sepanjang tahun 1396 Hijriah Syamsiah (akan berakhir pada 20 Maret 2018) memuaskan. Demikian dilaporkan IRNA, Senin (19/3/2018).

"Iran membuat banyak prestasi di tahun ini dan pada saat yang sama, menghadapi banyak tantangan termasuk isu terorisme, krisis regional seperti masalah Suriah dan Yaman, berlanjutnya kebijakan yang tidak bijak terhadap Iran oleh negara tertentu, seperti Arab Saudi dan juga tingkah Presiden AS Donald Trump terhadap Republik Islam," jelas Qasemi.

Warga Iran bersiap menyambut datangnya tahun baru 1397 Hijriah Syamsiah.

Dia menuturkan, masalah terorisme barangkali merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi Iran. "Mengusir teroris Daesh dari Irak dan mengalahkan mereka di Suriah merupakan salah satu prestasi besar dalam kampanye anti-teror Iran," tegasnya.

Tentu saja, lanjut Qasemi, kekalahan Daesh dapat dianggap sebagai keberhasilan bagi negara-negara regional termasuk Irak, Suriah dan Iran, yang berada di garis depan perang kontra-terorisme.

Mengenai langkah Iran untuk memperbaiki hubungannya dengan negara-negara Arab, Qasemi menerangkan, "Di wilayah Teluk Persia, kami menjalin hubungan baik dengan Oman dan bahkan Kuwait dan Qatar, namun Iran menghadapi masalah serius di kawasan ini dan itu adalah Arab Saudi."

"Kepemimpinan Trump di Washington serta beberapa kebijakan yang diadopsi oleh AS dan Eropa untuk menguras sumber daya negara-negara Muslim dan penjualan senjata di kawasan ini, telah mempengaruhi perilaku pemerintah Saudi," tambahnya.

Terkait reaksi Iran terhadap kemungkinan AS keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), Qasemi menandaskan, setiap keputusan sehubungan dengan JCPOA atau apa yang mungkin terjadi di masa depan, akan diambil oleh dewan tinggi yang mengawasi JCPOA.

"JCPOA didukung oleh Dewan Keamanan PBB, jadi tidak akan mudah bagi AS untuk membuat masalah besar dalam kesepakatan tersebut. Sepanjang tahun lalu, Trump selalu berkata akan keluar dari JCPOA, tapi faktanya dia tidak melakukan apapun," pungkasnya. (RM)