Program Pertahanan Negara, Hak Legal Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i53657-program_pertahanan_negara_hak_legal_iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi mengatakan, Republik Islam tidak akan duduk di meja perundingan dengan pihak lain untuk masalah pertahanan dan keamanan serta isu-isu domestik lainnya.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 19, 2018 16:27 Asia/Jakarta
  • Bahram Qasemi.
    Bahram Qasemi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi mengatakan, Republik Islam tidak akan duduk di meja perundingan dengan pihak lain untuk masalah pertahanan dan keamanan serta isu-isu domestik lainnya.

Dia mengungkapkan hal itu pada hari Senin (19/3/2018), menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Yves Le Drian yang menuding Iran memainkan 'peran mencurigakan' di Timur Tengah.

"Menlu Perancis selama kunjungannya baru-baru ini ke Tehran, sudah memperoleh informasi yang jelas tentang posisi Iran terkait berbagai isu global dan regional, dan statemen itu tidak bisa dipahami, aneh, dan tidak masuk akal," tegas Qasemi.

"Upaya berulang untuk menyalahkan pihak lain setelah terlibat pembicaraan rinci di Tehran, akan menciptakan keraguan tentang keberhasilan dialog dengan beberapa pejabat Eropa," tambahnya.

Pertemuan Presiden Iran dengan Menlu Perancis di Tehran.

Qasemi menandaskan bahwa kebijakan pertahanan Iran adalah transparan, jelas, dan berdasarkan pertimbangan nasional, serta untuk pencegahan.

"Ini hak absolut Iran. Demi kepentingan dan maslahat rakyatnya, Iran menyusun kebijakan pertahanannya dengan cara yang tidak memungkinkan pihak lain untuk kembali mengancam atau menyerang wilayah Iran," pungkasnya.

"Adapun mengenai isu-isu regional dan para tetangga, Republik Islam mengadopsi sebuah kebijakan yang benar-benar berprinsip, rasional, jelas dan transparan," ujar Qasemi.

Iran, lanjutnya, menginginkan keamanan, stabilitas dan pembangunan ekonomi untuk semua negara di kawasan, dan percaya bahwa tanpa partisipasi, kerja sama dan kesepahaman, hal ini tidak akan mungkin terwujud. (RM)