Pejabat Iran: Rezim Saudi Terjebak dalam Permainan AS-Zionis
-
Presiden Donald Trump dan Mohammed bin Salman bertemu di Gedung Putih baru-baru ini.
Asisten khusus ketua parlemen Iran untuk urusan internasional, mengatakan penyelesaian krisis regional termasuk di Yaman, Bahrain dan Libya membutuhkan dialog regional yang riil dan menolak intervensi asing.
Hossein Amir-Abdollahian menyampaikan hal itu pada Jumat (23/3/2018), dalam menanggapi penunjukan John Bolton sebagai penasihat baru keamanan nasional Gedung Putih, menggantikan H.R. McMaster.
"Musuh hanya memahami bahasa kekuatan," tegasnya seperti dikutip IRNA.
Menurut Amir-Abdollahian, retorika anti-Iran oleh Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengindikasikan taktik baru AS dengan memperkuat pendekatan keamanan demi keuntungan dagang yang lebih besar.
Dia menilai kehadiran Iran di wilayah Asia Barat sebagai positif dan efektif, dan menambahkan bahwa mempertahankan kekuatan defensif dan pengaruh konstruktif Tehran di kawasan adalah bagian penting dari "logika kekuatan" Republik Islam.
Amir-Abdollahian juga memperingatkan para penguasa Al Saud dengan mengatakan, Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman telah terjebak dalam permainan Amerika-Zionis, dan Riyadh dan sekutunya akan melihat dampak buruknya dalam waktu dekat. (RM/PH)