Konsekuensi Gangguan JCPOA bagi Masyarakat Internasional
https://parstoday.ir/id/news/iran-i54032-konsekuensi_gangguan_jcpoa_bagi_masyarakat_internasional
Sayid Abbas Araghchi, Deputi Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran urusan hukum dan internasional mengatakan, JCPOA kesepakatan keamanan yang secara langsung berhubungan dengan keamanan regional dan internasional.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 27, 2018 14:13 Asia/Jakarta
  • Sayid Abbas Araghchi
    Sayid Abbas Araghchi

Sayid Abbas Araghchi, Deputi Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran urusan hukum dan internasional mengatakan, JCPOA kesepakatan keamanan yang secara langsung berhubungan dengan keamanan regional dan internasional.

Seraya menyinggung bahwa keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) memiliki dampak berat bagi negara-negara Barat, Amerika dan Eropa, Araghchi menambahkan, ketika berunding dan kemudian mencapai kesepakatan, maka pihak lain yang sepakat harus melaksanakan komitmennya dan ternyata mereka yang melanggar kewajibannya. Mereka harus menerima tanggung jawab. Karena kawasan kami penuh kekacauan.

Sayid Abbas Araghchi

Dalam kondisi saat ini, dengan adanya upaya Iran, Rusia, Cina dan Uni Eropa untuk mempertahankan JCPOA, hanya kulit dari perjanjian ini yang masih tersisa. Tujuan Amerika menerapkan skenario baru demi membuat perjanjian nuklir baru dalam kerangka masalah pertahanan dan keamanan Iran serta masalah regional.

Tampaknya Uni Eropa berpikiran tidak mendapat keuntungan dari mengekor Amerika dalam merusak JCPOA dan berusaha mendukung kesepakatan ini demi mempertahankan reputasinya di kancah internasional. Tapi UE terpaksa harus memilih satu dari dua jalan yang terbentang di hadapannya. Pertama, transparansi dan independensi dalam mengambil keputusan sesuai dengan posisi UE dalam interaksi internasional. Kedua, menyerah di hadapan tekanan Amerika. Sudah barang tentu proses ini tidak hanya terbatas pada JCPOA dan mereka harus membayar biaya yang sangat mahal.

Ahli politik dan dosen ilmu politik Norwegia mengatakan, langkah-langkah seperti ini dilakukan dengan mencari-cari alasan. Padahal Iran benar-benar komitmen dengan kewajibannya dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga telah menjelaskannya secara transparan.

Amerika sendiri sama seperti pihak lain dalam kesepakatan JCPOA merupakan satu dari tujuh negara yang menandatangani JCPOA dan ini telah menjadi dokumen internasional yang diakui lewat resolusi nomor 2231 Dewan Keamanan PBB.

Abdel Bari Atwan, analis politik terkemuka Arab terkait dampak kemungkinan keluarnya Amerika dari JCPOA dan sikap Donald Trump, Presiden Amerika terkait JCPOA mengatakan, hasil dari keputusan Amerika untuk keluar dari kesepakatan nuklir atau kewajibannya terkait JCPOA sangat penting bagi kawasan Timur Tengah, khususnya Teluk Persia. Tampaknya Amerika bukan pemenang konflik ini. Karena kondisi internasional saat ini telah berubah. Reputasi Amerika sebagai negara adidaya dan penghormatan atas setiap kesepakatan yang ditandatanganinya telah berkurang. Dengan demikian, solidaritas internasional dengan Iran akan semakin meningkat dan Amerika akan semakin terisolasi.

Menurut Yukiya Amano, Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA), kegagalan JCPOA merupakan kegagalan besar bagi upaya verifikasi nuklir dan multilateralisme di bidang ini. Namun sampai saat ini masih belum jelas kondisi apa yang akan terjadi bila Amerika keluar dari JCPOA.

Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran

Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran saat bertemu dengan Jean-Yves Le Drian, Menteri Luar Negeri Perancis di Tehran menekankan pentingnya mempertahankan JCPOA demi memperluas keamanan, stabilitas dan kerjasama regional seraya memperingatkan, runtuhnya kesepakatan nuklir akan menjadi pengingat bagi semua.

Tampaknya, bila penyimpangan dari JCPOA berjalan dengan kecepatan ini dan mengarah pada pemikiran Trump dan John Bolton serta seluruh pihak JCPOA, khususnya Eropa tidak memisahkan diri dari sikap keras kepala tidak logis Amerika, maka semua pihak menjadi pecundang permainan politik ini.