IRGC: Iran Tetap Tegar Hadapi Boikot dan Permusuhan
-
Iran
Wakil Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan, "Bangsa Iran tetap tegak berdiri di atas kaki mereka setelah empat dekade boikot dan melawan musuh-musuh mereka."
Menurut laporan berita ISNA, Brigadir Jenderal Hossein Salami, mengatakan bahwa membela Islam dan Revolusi Islam berkaitan erat dengan tawakal kepada Allah Swt dan perlawanan terhadap musuh-musuh Allah.
Ditambahkannya bahwa rakyat Iran telah bertekad untuk mengambil langkah-langkah menuju pembangunan dan kemajuan.
Wakil Panglima IRGC menegaskan bahwa penentangan Amerika dan Eropa terhadap prestasi nuklir pribumi Iran merupakan tanda permusuhan mereka terhadap bangsa Iran, dan bahwa "Republik Islam Iran saat ini mulia dan kuat dalam melawan arogansi serta berubah menjadi kutub kekuatan regional dan global."
Sardar Salami menilai Revolusi Islam Iran mengandalkan kekuatan ketauhidan dan iman, dan menjelaskan, "Imperialise global, yang melihat Revolusi Islam Iran sebagai penghalang tujuan kolonial mereka, menggulirkan perang delapan tahun yang dijalankan oleh rezim Saddam Hussein terhadap bangsa Iran. Akan tetapi melalui epik para martir dan bangsa Iran, musuh berhasil dikalahkan dan diusir dari wilayah Iran."(MZ)