Xinhua: Iran tidak akan Tunduk pada Tekanan AS
-
Presiden Trump mendesak perubahan kesepakatan nuklir dan memperingatkan bahwa jika tidak ada perubahan, AS akan menarik diri.
Kantor berita resmi Cina (Xinhua) dalam sebuah laporan menyebut kesepakatan nuklir Iran dengan kelompok 5+1 (JCPOA) sebagai sebuah perjanjian internasional, dan Tehran tidak akan pernah tunduk pada tuntutan revisi JCPOA.
Xinhua, seperti dikutip IRNA, Senin (9/4/2018) menulis, "Dalam pandangan Iran, semua pihak harus mematuhi kesepakatan internasional ini dan melaksanakan setiap butirnya, karena tidak ada tempat untuk negosiasi ulang dengan maksud merevisi JCPOA."
"Presiden AS Donald Trump telah mengancam akan mengubah JCPOA dan di pihak lain, Tehran memperingatkan Washington agar menghindari setiap keputusan yang tidak tepat dan tergesa-gesa," tambahnya.

Pemerintah Iran akan mengambil langkah lain jika AS dan Eropa ingin membuat keputusan yang tidak tepat tentang kesepakatan nuklir.
Situs China.org.cn dalam sebuah laporan juga menganggap JCPOA sebagai sebuah kesepakatan penting internasional, yang diperoleh setelah beberapa putaran perundingan panjang pada tahun 2015.
"Jika AS memutuskan untuk keluar dari kesepakatan, Iran dapat melanjutkan pengayaan uranium 20 persen dalam empat hari," tegas Kepala Badan Energi Atom Iran, Ali Akbar Salehi.
Kementerian Luar Negeri Cina baru-baru ini menekankan komitmen Beijing terhadap JCPOA, dan meminta pihak lain untuk mematuhi kesepakatan internasional itu. (RM)