Menlu Iran Peringatkan AS soal JCPOA
-
Menlu RII Mohammad Javad Zarif
Menteri luar negeri Republik Islam Iran mengatakan, jika Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif), langkah ini akan memiliki konsekuensi "yang sangat tidak menyenangkan" bagi Washington.
Mohammad Javad Zarif mengungkapkan hal itu kepada wartawan ketika tiba di New York pada hari Kamis (19/4/2018) sore, seperti dilansir IRNA.
Dia berkunjung ke AS untuk berpartisipasi dalam High-Level Meeting on Peacebuilding and Sustaining Peace in New York.
Zarif menyinggung kemungkinan keluarnya AS dari JCPOA dan menjelaskan, Iran tentunya akan bertindak berdasarkan kepentingan-kepentingannya.
Dalam JCPOA dan kemungkinan keluarnya dari perjanjian ini, lanjut Zarif, Iran memiliki banyak pilihan luas untuk dilakukan, dan yang pasti, langkah Iran dan reaksi masyarakat internasional terhadap langkah AS akan sangat tidak menyenangkan bagi Washington.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa perjanjian nuklir Iran dan Kelompok 5+1 hanya menjamin kepentingan Tehran, oleh karena itu dia menuntut perubahan dalam isi JCPOA dalam kerangka kepentingan AS.
Trump juga berulang kali mengancam akan keluar dari perjanjian nuklir yang telah dilaksanakan sejak Januari 2016 itu. (RA)