Xinhua: Iran tidak Takut dengan Ancaman AS
-
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kantor berita resmi Cina (Xinhua) mengatakan bahwa Republik Islam Iran tidak takut dengan ancaman Amerika Serikat untuk keluar dari kesepakatan nuklir.
Seperti dikutip IRNA, Selasa (24/4/2018), Xinhua menulis bahwa para pejabat Tehran bersumpah akan membalas ancaman AS atas kemungkinan keluarnya negara itu dari kesepakatan nuklir internasional 2015 dan Iran memiliki instrumen yang diperlukan untuk mengatasi ancaman AS.
Sabtu lalu, Presiden Hassan Rouhani mengatakan, ekonomi Iran tidak akan terpengaruh secara negatif oleh kemungkinan penarikan AS dari kesepakatan nuklir.
Menurut laporan Xinhua, ekonomi Iran tidak bergantung pada partisipasi AS dalam kesepakatan nuklir sehingga akan rusak dengan kepergian mereka.
Iran mengatakan tidak akan mentoleransi apa pun di luar komitmennya terhadap kesepakatan nuklir, juga tidak menerima perubahan perjanjian.
Selain itu, Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) telah mempersiapkan rencana teknis yang akan membuat AS terkejut jika meninggalkan kesepakatan.
"Kami sudah sering menyampaikan bahwa kami berharap itu tidak akan terjadi, tetapi kami siap untuk memberikan kejutan kepada pihak lain," kata Kepala AEOI, Ali Akbar Salehi.
Tehran, tegasnya, dapat melanjutkan memperkaya uranium hingga kemurnian 20 persen dalam empat hari jika Washington keluar dari kesepakatan itu.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, mengatakan kepada CBS News pada Jumat lalu bahwa Republik Islam siap melanjutkan program nuklirnya jika AS menarik diri dari kesepakatan nuklir. (RM)