Brigjen Salami: Rudal Investasi Utama Pertahanan Republik Islam Iran
-
Brigjen Hossein Salami
Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) menegaskan bahwa rudal-rudal merupakan investasi pertahanan dan unsur utama kekuatan pertahanan yang berefek jera bagi musuh Republik Islam Iran seraya mengatakan, Iran tidak akan pernah menerima pelucutan senjata dari kemampuan pertahanannya.
Menurut laporan IRNA, Brigjen Hossein Salami, Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) hari Senin (30/4) di sela-sela penyelenggaraan konferensi Hari Nasional Teluk Persia di Tehran menyinggung bahwa semua yang dilakukan Republik Islam Iran berada di bawah aturan internasional dan tidak pernah melanggar sedikitpun aturan tersebut seraya menambahkan, permintaan Barat untuk melucuti senjata Iran tidak rasional.
Brigjen Salami dalam konferensi ini juga mengisyaratkan kunjungan Mike Pompeo Menteri Luar Negeri Amerika ke Arab Saudi dan klaimnya terhadap Iran mengatakan, strategi Amerika di Asia Barat dan Teluk Persia adalah menciptakan misteri keamanan dan perimbangan kekuatan.
Hossein Salami menjelaskan bahwa Amerika menjustifikasi kehadirannya di negara-negara selatan Teluk Persia dan Asia Barat dengan menciptakan misteri keamanan seraya mengatakan, Amerika dalam formula misteri keamanan menjadikan Republik Islam Iran sebagai satu ancaman dan dengan berbohong menyebut Iran sebagai pendukung teroris.
Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran mengingatkan bahwa Iran berhasil menutup dokumen terorisme di kawasan seraya menjelaskan, Amerika ingin menggambarkan Iran di hadapan negara-negara Arab sebagai ancaman agar dapat mengubah kekuatan superioritas Iran di kawasan menjadi berimbang.
Hossein Salami menegaskan bahwa Iran tidak pernah mengancam satu negara pun dan menghormati kedaulatan negara lain seraya menjelaskan, dukungan Iran terhadap rakyat Yaman menghadapi serangan agresor Arab Saudi ke Yaman sebagai bentuk pembelaan terhadap keteraniayaan bangsa Yaman dan hadir di Suriah sesuai permintaan resmi pemerintah Damaskus.