Larijani Peringatkan Langkah AS terkait Palestina dan Isu Nuklir Iran
-
Ketua Parlemen Republik Islam Iran, Ali Larijani
Ketua Parlemen Republik Islam Iran, Ali Larijani menyarankan para pejabat Amerika Serikat untuk tidak membuat perhitungan yang salah mengenai Palestina, Poros Muqawama dan Dunia Islam, dan tidak membayangkan bahwa langkah mereka tentang Palestina dan isu nuklir Iran itu dibiarkan tanpa respon.
Larijani mengungkapkan hal itu dalam acara pembukaan pertemuan luar biasa Komite Palestina dari Uni Parlemen Negara-negara Anggota OKI di Tehran, ibu kota Iran, Senin (14/5/2018).
Dia mengecam keputusan Presiden AS, Donald Trump untuk memindahkan Keduataan Besar Amerika ke al-Quds.
Larijani mengatakan, AS telah menghadapi krisis pengambilan keputusan strategis dan tidak matang, dan mengejar petualangan di kancah internasional.
Menurutnya, AS dan rezim Zionis Israel adalah penyebab ketidakamanan di dunia dan tidak komitmen terhadap perjanjian apapun.
"Satu hari, AS merusak tarif bea cukai dengan Cina dan Eropa dan di hari lain, negara itu memberlakukan peraturan yang bertentangan dengan komitmen internasional bagi warga dari negara-negara Muslim di Amerika," ujarnya.
Ketua parlemen Iran menjelaskan, AS telah keluar dari perjanjian nuklir yang dimintanya sendiri. Satu hari, lanjut Larijani, dia mengatakan bahwa pasukan AS akan meninggalkan Suriah, namun di hari lain menerima uang dari negara-negara di kawasan dan menyerang Suriah.
Larijani lebih lanjut menyinggung Pawai Damai Hak untuk Kembali Palestina di perbatasan Jalur Gaza.
"Jika tidak ada perlawanan dari rakyat Palestina, maka rezim Zionis hari ini akan menghadapkan negara-negara Arab lainnya kepada persoalan," pungkasny.

Pada tanggal 6 Desember 2017, Presiden AS Donald Trump mengumumkan al-Quds sebagai ibu kota rezim Zionis dan memerintahakan pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke al-Quds pada tanggal 14 Mei 2018.
Pertemuan luar biasa Komite Palestina dari Uni Parlemen Negara-negara Anggota OKI dimulai di Tehran pada Senin. (RA)