Rouhani: AS Pelanggar Terbesar HAM di Dunia
-
Presiden Hassan Rouhani dan Presiden Alain Berset menyaksikan upacara penandatanganan kesepakatan antara Iran dan Swiss di kota Bern.
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, Amerika Serikat adalah pelanggar terbesar hak asasi manusia di dunia, dan sanksi Iran adalah sebuah tindakan anti-HAM yang menargetkan obat-obatan, makanan dan kehidupan masyarakat.
Dia mengungkapkan hal itu dalam sebuah pertemuan dengan delegasi tinggi Iran dan Swiss di kota Bern, Selasa (3/7/2018).
"AS sebagai salah satu penandatangan perjanjian nuklir, tidak hanya keluar secara ilegal dari kesepakatan itu, tetapi juga mengancam pihak lain agar tidak memenuhi komitmen mereka," ungkap Rouhani.
Dia menambahkan perjanjian nuklir adalah sebuah kesepakatan bagus yang mengarah ke perluasan hubungan lebih lanjut antara Iran dan Swiss, karena Tehran tetap berkomitmen penuh pada ikrarnya.
"Kesepahaman dan dokumen kerjasama yang ditandatangani antara kedua pihak adalah indikasi penting dari tekad Tehran dan Bern untuk memperluas hubungan bilateral," jelasnya.
Menurut Rouhani, ada banyak potensi untuk pengembangan kerjasama ekonomi dan investasi bagi perusahaan-perusahaan Swiss di Iran.
Sementara itu, Presiden Swiss Alain Berset mengatakan, keluarnya AS dari perjanjian nuklir tidak akan mempengaruhi kerjasama sektor pemerintah dan swasta Swiss-Iran.
"Hari ini, partisipasi 40 perusahaan Swiss dalam pertemuan dengan para pebisnis Iran mengindikasikan tekad Bern untuk melanjutkan hubungan ekonomi dengan Tehran," tegasnya.
Berset mencatat bahwa Swiss selalu mendukung perjanjian nuklir dan menganggapnya sebagai kemenangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam diplomasi dunia. (RM)