Rusia: Kami Berharap AS akan Menunjukkan Rasionalitas terkait Iran
-
Vasily Nebenzya, Perwakilan tetap Rusia di PBB
Pars Today - Vasily Nebenzya, Perwakilan tetap Rusia di PBB, mengatakan: Moskow berharap Amerika Serikat akan menunjukkan kebijaksanaan dalam hubungannya dengan Iran.
Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, menulis di akun media sosialnya, X, bahwa pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat akan diadakan pada hari Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 10 pagi di Muscat. Menurut laporan IRNA, Vasily Nebenzya, Perwakilan Tetap Rusia di PBB, pada hari Kamis (5/2/2026) menekankan perlunya Amerika Serikat menunjukkan kebijaksanaan dalam hubungannya dengan Iran dan menyatakan bahwa keputusan-keputusan militer terkait Iran tidak dapat diterima dan berbahaya.
Dukungan Inggris terhadap Proses Diplomatik dalam Isu Nuklir Iran
Sementara itu, Hamish Falconer, Wakil Menteri Luar Negeri Inggris, menyebutkan bahwa London secara teratur berdialog dengan mitra-mitra regionalnya mengenai isu Iran dan mengatakan: "Kami mendukung proses diplomatik dan pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat."
Prancis: Eropa akan Berpartisipasi dalam Pembicaraan Iran-AS dengan Cara Apa Pun
Dalam konteks yang sama, Jean-Noël Barrot, Menteri Luar Negeri Prancis, menyebutkan pembicaraan antara Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, dan Steve Witkoff, Perwakilan Khusus Amerika Serikat, yang dikatakan akan berlangsung pada hari Jumat di Oman, mengatakan: "Eropa juga akan berpartisipasi dalam pembicaraan ini dengan cara apapun."
Witkoff dan Kushner Akan Ke Qatar untuk Pembicaraan tentang Iran
Steve Witkoff, Utusan Khusus, dan Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat, akan melakukan perjalanan ke Qatar pada hari Kamis untuk membahas isu Iran dan setelah itu akan menuju Oman untuk berpartisipasi dalam pembicaraan dengan Iran. Situs web Axios menulis pada Rabu malam bahwa Witkoff dan Kushner dijadwalkan untuk berdiskusi dengan Perdana Menteri Qatar tentang Iran sebelum perjalanan mereka ke Oman.
Penekanan PM Kuwait atas Penyelesaian Masalah Iran Secara Damai
Sementara itu, Ahmad Abdullah Al-Ahmed Al-Sabah, Perdana Menteri Kuwait, dalam pidatonya mengenai perbedaan antara Iran dan Amerika Serikat mengatakan: "Kebijaksanaan harus mendominasi dalam pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat." Sheikh Ahmad, dalam pidatonya pada KTT Negara-negara Dunia di Dubai, menyatakan harapannya bahwa sebelum situasi semakin memburuk, solusi damai melalui diplomasi dapat ditemukan. Ia menekankan: "Jika perang dimulai, hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi." (MF)