Araghchi: Jerman Berubah dari Mesin Kemajuan menjadi Mesin Kemunduran Eropa
Menteri Luar Negeri Iran menggambarkan posisi Kanselir Jerman mengenai Iran sebagai sinis dan tidak dewasa, dan mengatakan "Iran selalu menginginkan hubungan yang kuat dan konstruktif dengan Jerman."
Menanggapi pernyataan Kanselir Jerman Friedrich Mertz tentang Iran, Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi menyatakan: Kehadiran orang seperti Mertz sebagai perwakilan Jerman di panggung dunia sungguh disayangkan, dan diharapkan kepemimpinan politik yang lebih bijaksana, bertanggung jawab, dan terhormat akan kembali ke Jerman.
Merujuk pada klaim Kanselir Jerman Friedrich Mertz yang baru-baru ini dan beragam, Menteri Luar Negeri Iran menambahkan: Jerman adalah negara besar yang telah memberikan layanan berharga bagi umat manusia dengan kerja keras dan inovasinya. Jerman pernah menjadi mesin kemajuan Eropa, tetapi hari ini telah menjadi mesin kemunduran Eropa.
Kepala dinas diplomatik Iran mengatakan: September lalu di New York, atas desakan Mertz, tiga negara Eropa meninggalkan peran mereka dalam pembicaraan nuklir Iran dan malah mengambil jalan untuk memberlakukan kembali sanksi PBB terhadap Iran; Kini orang yang sama memohon untuk kembali ke perundingan yang sama.
Menunjukkan bahwa rakyat Iran sayangnya telah menyaksikan manifestasi lain dari ketidakdewasaan politik dan perilaku tidak pantas Bapak Meretz berkali-kali, Araghchi menambahkan: “Pada Juni 2025, ketika rezim Israel membunuh lebih dari seribu warga Iran, reaksinya penuh kegembiraan; terlebih lagi, Meretz telah berulang kali berbicara di depan umum dan berfantasi tentang keruntuhan Iran yang akan segera terjadi, dan itu pun hanya dalam beberapa minggu!”(PH)