Rouhani: Eropa harus Penuhi Tuntutan Iran Jika Ingin Rawat JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i59598-rouhani_eropa_harus_penuhi_tuntutan_iran_jika_ingin_rawat_jcpoa
Presiden Iran Hassan Rouhani, meminta Eropa untuk serius memperhatikan poin dan tuntutan Republik Islam demi melanjutkan kerjasasama selama pertemuan menlu Iran dengan anggota JCPOA yang tersisa di Wina, Jumat (6/7/2018).
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 05, 2018 23:42 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Perancis, Emmanuel Macron, Kamis malam.
    Presiden Iran melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Perancis, Emmanuel Macron, Kamis malam.

Presiden Iran Hassan Rouhani, meminta Eropa untuk serius memperhatikan poin dan tuntutan Republik Islam demi melanjutkan kerjasasama selama pertemuan menlu Iran dengan anggota JCPOA yang tersisa di Wina, Jumat (6/7/2018).

Dia menyampaikan hal itu dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Perancis, Emmanuel Macron pada Kamis (5/7/2018) malam seperti dikutip kantor berita IRNA.

Rouhani menilai upaya yang dilakukan Perancis dalam beberapa bulan terakhir untuk menyelamatkan perjanjian nuklir Iran sebagai positif.

Namun, lanjutnya, paket usulan Eropa untuk mengimbangi penarikan AS dari perjanjian nuklir tidak berjalan cukup jauh. Paket ini belum memenuhi semua tuntutan kami.

Rouhani mengatakan Tehran berharap masalah itu dapat diselesaikan dalam pertemuan menlu Iran dengan mitranya di Wina pada hari Jumat.

"Beberapa perusahaan Eropa yang terlibat dalam proyek-proyek di Iran telah menghadapi masalah pasca keluarnya AS dari perjanjian nuklir, dan Tehran berharap agar Eropa menyerahkan sebuah program aksi yang jelas untuk mengkompensasi keluarnya AS dari kesepakatan," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Macron kembali menekankan tekad Perancis untuk mematuhi komitmennya berdasarkan perjanjian nuklir, dan menggarisbawahi perlunya melanjutkan upaya dan perundingan bilateral dengan tujuan mempertahankan kesepakatan penting ini.

"Eropa akan melanjutkan upaya untuk menyelamatkan kesepakatan, dan pertemuan para menlu anggota JCPOA di Wina akan menciptakan keseimbangan antara isu politik dan ekonomi demi mempertahankan tren kerjasama multilateral," tambahnya. (RM)