Kekuatan Rudal, Garis Merah Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i59673-kekuatan_rudal_garis_merah_iran
Aktivitas dan program rudal Republik Islam Iran merupakan bagian dari kebijakan pencegahan, perlindungan dan pembelaan atas kepentingan-kepentingan dan kehormatan negara ini. Ini adalah posisi jelas Iran yang berulang kali ditegaskan oleh Kementerian Luar Negeri negara ini untuk merespon klaim para pejabat Amerika Serikat, Barat dan sektunya, terutama klaim terbaru Menteri Luar Negeri Perencis Jean-Yves Le Drian.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 08, 2018 11:41 Asia/Jakarta
  • Rudal Zulfikar RII.
    Rudal Zulfikar RII.

Aktivitas dan program rudal Republik Islam Iran merupakan bagian dari kebijakan pencegahan, perlindungan dan pembelaan atas kepentingan-kepentingan dan kehormatan negara ini. Ini adalah posisi jelas Iran yang berulang kali ditegaskan oleh Kementerian Luar Negeri negara ini untuk merespon klaim para pejabat Amerika Serikat, Barat dan sektunya, terutama klaim terbaru Menteri Luar Negeri Perencis Jean-Yves Le Drian.

Le Drian dalam wawancara dengan Radio RTL Perancis mengeluarkan pernyataan anti-Iran dan mengklaim bahwa kemampuan rudal Iran adalah sebuah ancaman. Dia mengatakan, persenjataan rudal Iran bukan hanya untuk membela diri.

 

Menanggapi hal itu, juru bicara Kemlu Iran Bahram Ghasemi dalam pernyataan terbaru menegaskan bahwa aktivitas rudal Iran tidak mengancam negara manapun. Dia menjelaskan, Tehran telah mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalamannya dalam beberapa dekade terakhir, terutama perang delapan tahun melawan agresi militer rezim Baath Irak. Atas dasar pengalaman ini, Iran mengambil kebijakan untuk memperkuat kemampuan rudalnya guna mencegah niat-niat buruk musuh yang ingin menginvansi Iran.

 

Musuh saat ini sedang fokus pada kemampuan rudal Iran dan berusaha untuk memperkenalkan kepada masyarakat internasional bahwa kemampuan rudal negara ini adalah ancaman bagi kawasan dan dunia. Langkah ini juga bertujuan untuk menekan Iran agar bisa melemahkan kekuatan pencegahan negara ini.

 

Dalam menganalisa masalah tersebut ada dua faktor penting dan mendasar. Pertama, pentingnya untuk memiliki keamanan yang tinggi dan meyakinkan dalam menghadapi ancaman, di mana ini adalah bagian yang tak terpisahkan dari kepentingan nasional Iran. Oleh sebab itu, memiliki kekuatan pertahanan dan pencegahan, bahkan kekuatan offensif dalam menghadapi ancaman musuh adalah hak yang sah dan tidak bisa ditawar serta tidak bisa dinegosiasikan.

 

Faktor kedua adalah mengenai keamanan kolektif dan regional. Sayangnya sejumlah negara regional termasuk Arab Saudi tidak mempunyai minat untuk menjaga keamanan kolektif, dan posisinya itu memperoleh dukungan dari Barat. Amat disayangkan, sejumlah negara di kawasan justru terus menerus menciptakan ancaman terhadap keamanan dan stabilitas kolektif di kawasan.

 

The American Enterprise Institute, AEI pada bulan Agustus 2017 dalam laporannya menulis, "… Salah satu bidang di mana Iran memiliki keahlian maksimal adalah di sektor produksi rudal-rudal balistik. Rudal balistik Iran adalah poros kemampuan pencegahan negara ini."

 

Meskipun negara-negara anggota Uni Eropa termasuk Perancis mengambil posisi yang menentang keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump keluar dari perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama), namun mengenai perundingan dengan Iran, Paris berusaha untuk menunjukkan kekhawatirannya atas program nuklir Tehran.

 

Barang kali melalui posisi tersebut, anggota-anggota Uni Eropa berharap bisa mempertahankan JCPOA dan sekaligus menjaga mitra-mitra regionalnya dan juga AS secara bersamaan. Namun perhitungan ini adalah keliru.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pernyataannya pada tanggal 23 Mei 2018 menyinggung JCPOA dan keluarnya AS dari perjanjian internasional ini.

 

Dalam pidatonya itu, Rahbar mengumumkan beberapa syarat jika Uni Eropa ingin melanjutkan kesepakatan nuklir JCPOA. Di antara syarat yang disebutkan adalah mereka tidak boleh mengusik dua komponen kekuatan Iran, yaitu: program rudal negara ini dan kehadirannya di kawasan.

 

Keberhasilan Iran dalam menumpas kelompok-kelompok teroris di kawasan terutama kelompok teroris Daesh (ISIS) merupakan alasan jelas atas fakta bahwa Iran tidak menggunakan kemampuannya untuk mengancam atau mengagresi negara-negara lain, namun menggunakannya untuk langkah pencegahan dan pembelaan serta mengatasi segala bentuk ancaman dan tindakan yang mengganggu stabilitas keamanan di kawasan. (RA)