Ebtekar: Dukungan Dunia terhadap JCPOA Penting untuk Perdamaian
https://parstoday.ir/id/news/iran-i59751-ebtekar_dukungan_dunia_terhadap_jcpoa_penting_untuk_perdamaian
Utusan Khusus Presiden Iran Urusan Perempuan dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar menegaskan urgensi kerja sama masyarakat dunia, termasuk Indonesia sebagai negara muslim terbesar dan salah satu pemimpin Gerakan Non Blok (GNB) untuk menjaga perdamaian.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 11, 2018 11:21 Asia/Jakarta
  • Ebtekar dan Retno Marsudi
    Ebtekar dan Retno Marsudi

Utusan Khusus Presiden Iran Urusan Perempuan dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar menegaskan urgensi kerja sama masyarakat dunia, termasuk Indonesia sebagai negara muslim terbesar dan salah satu pemimpin Gerakan Non Blok (GNB) untuk menjaga perdamaian.

Seperti dilaporkan IRNA, Masoumeh Ebtekar Rabu (11/7) saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi di Jakarta menyinggung langkah ilegal AS keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), dan mengatakan, JCPOA bukan sekedar dokumen kerja sama antara Iran dan sejumlah negara Barat, tapi sebuah dokumen internasional demi kerja sama untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di dunia dewasa ini. oleh karena itu, perjanjian ini harus terjaga dari langkah sepihak AS yang berbahaya.

 

Sementara itu, Retno Marsudi dalam pertemuan ini mengatakan, pemerintah Indonesia senantiasa mendukung diplomasi sebagai mekanisme solusi isu-isu internasional dan pendukung JCPOA.

Menlu Retno juga menegaskan bahwa kedua pihak tetap komitmen mempertahankan JCPOA demi membantu terwujudnya perdamaian dan stabilitas internasional.

Masoumeh Ebtekar

 

"Jakarta memberikan dukungan politik, dan mencari solusi praktis demi membantu mempertahankan dan menjalankan JCPOA serta menjamin kepentingan kedua pihak serta seluruh anggota masyarakat internasional," ungkap Menlu Retno.

 

Masoumeh Ebtekar selama kunjungan satu harinya ke Indonesia membawa pesan tertulis Presiden Iran Hassan Rouhani bagi sejawatnya dari Indonesia, Joko Widodo serta bertemu dengan petinggi negara ini untuk membahas transformasi terbaru JCPOA dan hubungan bilateral.(MF)