Pejabat Iran Sebut AS, Israel dan Arab Saudi Segitiga Ekstrem
https://parstoday.ir/id/news/iran-i60537-pejabat_iran_sebut_as_israel_dan_arab_saudi_segitiga_ekstrem
Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Heshmatollah Falahatpisheh, mengatakan Iran mengadopsi pendekatan yang rasional terkait perairan internasional, dan rezim Zionis tidak punya hak untuk berbicara tentang Selat Bab al-Mandab.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 03, 2018 22:10 Asia/Jakarta
  • Raja Salman bin Abdulaziz memberikan hadiah kepada Donald Trump setelah ia terpilih sebagai Presiden AS.
    Raja Salman bin Abdulaziz memberikan hadiah kepada Donald Trump setelah ia terpilih sebagai Presiden AS.

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Heshmatollah Falahatpisheh, mengatakan Iran mengadopsi pendekatan yang rasional terkait perairan internasional, dan rezim Zionis tidak punya hak untuk berbicara tentang Selat Bab al-Mandab.

Sebelum ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sejalan dengan Arab Saudi, menuding Iran menciptakan ketidakamanan di Selat Bab al-Mandab.

Falahatpisheh, seperti dilansir kantor berita parlemen Iran, icana.ir, Jumat (3/8/2018) menambahkan, Republik Islam menjaga sebagian besar dari keamanan regional dan Israel tidak punya hak untuk mengeluarkan pandangan tentang daerah-daerah di Asia Barat terutama Bab al-Mandab.

Heshmatollah Falahatpisheh.

Dunia, lanjutnya, memandang pendekatan Iran sejalan dengan keamanan dan perdamaian internasional. Sebaliknya, pendekatan para pejabat Zionis akan menyeret dunia dalam ketidakstabilan dan sikap Netanyahu adalah upaya untuk menutupi kelemahan keamanan di dalam wilayah pendudukan.

Mengacu pada keberadaan segitiga ekstrem yang menyimpang di kawasan, Falahatpisheh menerangkan, satu sisinya adalah Amerika Serikat, sisi yang lain rezim Zionis yang mengejar yahudisasi tanah pendudukan Palestina, dan sisi ketiga adalah Arab Saudi yang lari dari demokrasi. (RM)