Zarif: Dunia Harus Melawan Langkah Melanggar Hukum AS
-
Zarif
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan semua anggota masyarakat internasional perlu untuk melawan perilaku melanggar hukum AS atau harus menebus dengan harga tinggi setelah langkah sepihak Washington untuk keluar dari perjanjian nuklir penting yang ditandatangani Iran dengan Kelompok 5+1 pada tahun 2015.
Berbicara kepada wartawan pada hari Sabtu 1 September 2018, Zarif mengatakan negara-negara Eropa harus mengambil langkah dan siap untuk mengeluarkan biaya untuk dapat memperoleh manfaat dari kesepakatan nuklir, yang secara resmi dikenal dengan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
"Kami telah mengumumkan bahwa selain menyatakan komitmen politik mereka, sudah waktunya bagi Eropa untuk segera bertindak," katanya.
"Langkah-langkah ini mungkin juga mahal, tetapi jika banyak negara ingin memperoleh manfaat dari JCPOA dan jika mereka yakin bahwa JCPOA adalah sebuah keberhasilan internasional, mereka harus siap untuk menjaga kesuksesan tersebut," tambah Zarif.
Penandatangan Eropa pada JCPOA telah menawarkan berbagai strategi eksekutif untuk melindungi kesepakatan, namun mereka harus menerapkannya, tegas Zarif.
Dia mencatat bahwa AS sedang mengejar pendekatan melanggar hukum dan mendorong negara-negara lain untuk mengikutinya dan mengatakan, "Dunia sangat perlu untuk melawan langkah tersebut; jika tidak, itu akan menimbulkan harga tebusan yang sangat tinggi."(MZ)