Trump: Kami Menunggu Tanggapan Iran Malam Ini
https://parstoday.ir/id/news/world-i189702-trump_kami_menunggu_tanggapan_iran_malam_ini
Pars Today – Presiden Amerika Serikat mengatakan kepada wartawan bahwa kemungkinan besar tanggapan Iran terhadap proposal Washington untuk mengakhiri konflik akan diterima pada larut malam ini.
(last modified 2026-05-09T06:36:27+00:00 )
May 09, 2026 13:34 Asia/Jakarta
  • Donald Trump, presiden Amerika
    Donald Trump, presiden Amerika

Pars Today – Presiden Amerika Serikat mengatakan kepada wartawan bahwa kemungkinan besar tanggapan Iran terhadap proposal Washington untuk mengakhiri konflik akan diterima pada larut malam ini.

Menurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC); Donald Trump, Presiden AS, Sabtu (9/5/2026) dini hari mengumumkan bahwa pemerintahannya kemungkinan akan menerima tanggapan Iran mengenai proposal Washington untuk mengakhiri konflik pada larut malam ini.

 

Trump, yang berbicara kepada wartawan dalam perjalanan menuju helikopter Marine One di halaman Gedung Putih, menjawab pertanyaan wartawan CNN tentang penerimaan tanggapan dari Iran: "Kami mungkin akan menerima surat malam ini."

 

Presiden AS, ketika ditanya apakah Tehran sengaja memperlambat proses negosiasi, menolak berkomentar secara tegas dan mengatakan: "Saya tidak tahu. Kita akan segera mengetahuinya."

 

Pernyataan ini disampaikan beberapa jam setelah Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS, mengatakan bahwa Washington pada hari Jumat (8/5/2026) menunggu tanggapan Iran mengenai rencana untuk mengakhiri perang.

 

Donald Trump memiliki pendekatan yang sepenuhnya ganda terhadap Iran. Di satu sisi, ia berupaya mati-matian untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, dan di sisi lain, ia menggunakan bahasa ancaman terhadap Iran.

 

Dini hari ini, ia mengatakan kepada wartawan bahwa jika kesepakatan dengan Republik Islam Iran tidak tercapai, Amerika Serikat akan mengambil "jalan yang berbeda."

 

Ia kemudian menambahkan bahwa jika kesepakatan ini tidak tercapai, Amerika akan kembali ke programnya di Selat Hormuz yang disebut "Proyek Kebebasan," yang dihentikan hanya 36 jam setelah dimulai.

 

Trump melanjutkan bahwa tentu saja program barunya akan menjadi "Kebebasan Plus." Ia menjelaskan bahwa maksudnya adalah melakukan tindakan yang sama di bawah Proyek Kebebasan "ditambah hal-hal lain."

 

Amerika Serikat telah meluncurkan operasi "Proyek Kebebasan" dengan tujuan melindungi kapal-kapal dari beberapa negara untuk melintasi Selat Hormuz.

 

Meskipun demikian, banyak perusahaan pelayaran telah menyatakan bahwa operasi ini menyebabkan kebingungan, dan meskipun ada janji Amerika untuk memberikan perlindungan, kapal-kapal tetap tidak memiliki kepercayaan untuk melintasi Selat Hormuz. (MF)