Iran Aktualita 21 Oktober 2018
https://parstoday.ir/id/news/iran-i63288-iran_aktualita_21_oktober_2018
Dinamika Republik Islam Iran pekan lalu diwarnai sejumlah peristiwa penting di antaranya, Rahbar Serukan Peningkatan Interaksi Keilmuan dengan Negara yang Tumbuh Pesat, Sejumlah Basiji Iran Diculik di Perbatasan Pakistan, Rahmani Fazli: Pakistan Harus Serius Bebaskan Sandera Iran, Menteri Perminyakan Iran Bahas Kondisi Pasar Minyak di Moskow dan Transaksi Bisnis Iran-Indonesia Capai 800 Juta Dolar.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 21, 2018 11:42 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Ali Khamenei
    Ayatullah Ali Khamenei

Dinamika Republik Islam Iran pekan lalu diwarnai sejumlah peristiwa penting di antaranya, Rahbar Serukan Peningkatan Interaksi Keilmuan dengan Negara yang Tumbuh Pesat, Sejumlah Basiji Iran Diculik di Perbatasan Pakistan, Rahmani Fazli: Pakistan Harus Serius Bebaskan Sandera Iran, Menteri Perminyakan Iran Bahas Kondisi Pasar Minyak di Moskow dan Transaksi Bisnis Iran-Indonesia Capai 800 Juta Dolar.

Rahbar Serukan Peningkatan Interaksi Keilmuan dengan Negara yang Tumbuh Pesat

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menegaskan urgensi menjalin interaksi keilmuan dengan negara-negara yang sedang tumbuh pesat.

 

Rahbar dalam pertemuan dengan para elit intelektual muda Iran menilai upaya dan aktivitas puluhan ribu intelektual Iran yang tersebar di seluruh penjuru negara ini sebagai gambaran yang melegakan dari kondisi Iran dewasa ini.

 

Ayatullah Khamenei dalam pertemuan tersebut menyinggung peran penting keterlibatan para intelektual muda Iran dalam penyusunan program yang benar untuk masa depan, dan peningkatan kemajuan keilmuan Iran dan peningkatan batas pengetahuan manusia.

 

Rahbar juga menegaskan pentingnya ineteraksi dua arah dan keseriusan kalangan intelektual dan negara, juga pemanfaatan secara benar dan terarah dari sumber daya manusia kalangan intelektual, dan penguatan identitas nasional.

Ayatullah Khamenei

 

Di bagian lain statemennya, Ayatullah Khamenei mengungkapkan bahwa musuh sengaja membenamkan gambaran keliru dan negatif serta pesimis mengenai kondisi Iran, padahal gambaran sebenarnya dari Iran tidak demikian, bahkan bertolak belakang dengan gambaran buruk tersebut.

 

Menurut Rahbar, jika kita maju dari sisi keilmuan, maka ancaman musuh peradaban dan politik serta ekonomi tidak akan abadi, dan pasti musnah.

 

Mengenai kondisi keilmuan Iran di masa lalu dan saat ini, Ayatullah Khamenei menjelaskan perkembangan kemajuan keilmuan Iran saat ini yang jauh berbeda dengan periode sebelumnya.

 

"Iran hanya mengisi satu persen populasi penduduk dunia, dan kontribusi keilmuan Iran di era Pahlevi sebesar 0,01 persen dari produksi sains dunia, sedangkan saat ini berkembang sekitar dua persen. Di posisi ini juga tidak boleh berpuas diri," tegasnya.

 

Rahbar memandang, penyebab terjadinya kemunduran keilmuan dan moralitas Iran di masa lalu karena adanya pemerintahan yang tidak kredibel, cinta dunia dan bergantung dari berbagai sisi kepada bangsa-bangsa arogan, dan tidak memikirkan kemasalahan bangsa dan negaranya.

 

Sejumlah Basiji Iran Diculik di Perbatasan Pakistan

Sejumlah anggota Basiji (sukarelawan rakyat) Iran yang ditugaskan untuk menjaga keamanan dan beberapa pasukan penjaga perbatasan di Mirjaveh, Provinsi Sistan va Baluchestan, tenggara Iran, Selasa (16/10/2018) dini hari diculik oleh sekelompok teroris.

 

IRNA (16/10) mengutip saksi mata melaporkan, para anggota Basiji dan penjaga perbatasan Iran yang jumlahnya diperkirakan 14 orang, diculik kelompok teroris sekitar pukul 4-5 dini hari di titik nol kilometer perbatasan, di desa Lulakdan.

 

Titik nol perbatasan di desa Lulakdan termasuk wilayah tengah Khash, 50 kilometer dari distrik Mirjaveh, Provinsi Sistan va Baluchestan, tenggara Iran.

 

Sejumlah laporan menyebutkan, kelompok teroris bisa menculik 14 Basiji dan penjaga perbatasan Iran karena mendapat bantuan beberapa anasir anti-revolusi Iran yang melakukan pengkhianatan.

 

Penculikan dikabarkan terjadi di titik nol perbatasan, di depan salah satu pos penjaga perbatasan Pakistan. Hingga kini Korps Garda Revolusi Islam Iran, Pasdaran masih mengejar para teroris pelaku penculikan tersebut.

 

Menteri Perminyakan Iran Bahas Kondisi Pasar Minyak di Moskow

 

Menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zanganeh pekan lalu selama kunjungannya ke Rusia bertemu dengan sejawatnya, Alexander Novak di Moskow membicarakan kondisi pasar minyak global. Agenda terpenting perundingan kedua pihak adalah menjawab kebutuhan energi di seluruh dunia yang terus meningkat dan mencegah tensi lebih besar di pasar minyak.

 

Bijan Namdar Zanganeh dan Alexander Novak seraya menekankan pentingnya peran negara-negara produsen minyak dalam menstabilkan harga, juga membahas pelung pengaturan produksi dan eksplorasi minyak berdasarkan nota kesepahaman OPEC. Menteri Perminyakan Iran dan Rusia juga mengkonfirmasikan pemulihan produksi lebih besar minyak berdasarkan kesepakatan OPEC dan kerja sama antar kedua negara di sektor bahan bakar dan energi.

Bijan Namdar Zanganeh

 

Seraya menekankan pentingnya komitmen seluruh anggota dan non anggota OPEC terkait limit produksi yang telah ditentukan, Alexander Novak mengatakan, komitmen negara-negara produsen minyak terhadap saham yang telah ditentukan, selain dapat menciptakan stabilitas di pasar minyak juga mampu menjamin kepentingan produsen dan konsumen serta keamanan para investor.

 

Menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zanganeh, Selasa (16/10/2018) di sela kongres minyak dan energi keempat, di hadapan wartawan menjelaskan, Presiden Amerika, Donald Trump mengira bisa menurunkan harga minyak dunia dengan arogansinya.

 

Ia menambahkan, tidak ada satu negarapun yang mampu memproduksi minyak lebih banyak sekarang, dan situasi pasar minyak dunia tidak akan membaik karena menurut para pakar, penawaran di pasar minyak berkurang drastis.

 

Zanganeh menegaskan, Arab Saudi untuk menutupi kekurangan pasokan minyak di pasar dunia terpaksa mengambil cadangan minyaknya dan ini tidak jelas sampai kapan bisa berlanjut.

 

Rahmani Fazli: Pakistan Harus Serius Bebaskan Sandera Iran

 

Menteri Dalam Negeri Iran kepada Mendagri Pakistan mengatakan, seluruh upaya harus dikerahkan Islamabad untuk membebaskan sandera-sandera Iran.

 

Mendagri Iran, Abdolreza Rahmani Fazli, Rabu (17/10/2018) dalam suratnya untuk Mendagri Pakistan, Shehryar Khan Afridi, menyinggung penculikan 14 penjaga perbatasan Iran oleh kelompok teroris Pakistan dan menuntut perhatian serius pemerintah Pakistan terhadap perjanjian keamanannya untuk mencegah aksi teroris menyerang pos-pos perbatasan dan melanggar wilayah Republik Islam Iran.

Mendagri Iran, Abdolreza Rahmani Fazli

 

Mendagri Iran juga menegaskan bahwa Tehran akan menindak tegas kelompok-kelompok teroris dan penjahat. Seluruh upaya harus dikerahkan untuk membebaskan para sandera, menindak tegas para teroris dan mencegah agar kejadian serupa tidak terulang.

 

Rahmani Fazli menambahkan, dalam kerangka hubungan bilateral dan prinsip bertetangga yang baik serta memperhatikan perjanjian keamanan Iran-Pakistan, maka dilakukannya operasi bersama segera adalah hal yang urgen.

 

Transaksi Bisnis Iran-Indonesia Capai 800 Juta Dolar

 

Duta Besar Indonesia untuk Iran menekankan posisi Tehran sebagai tempat transit internasional di kawasan dan mengatakan, transaksi perdagangan Iran dan Indonesia sekarang mengalami kenaikan 2,5 kali lipat dibanding tahun lalu.

 

IRNA (16/10/2018) melaporkan, Dubes Indonesia untuk Iran, Octavino Alimudin, Selasa (16/10) dalam kunjungannya ke zona bebas Aras di Provinsi Azerbaijan Timur, barat laut Iran mengatakan, nilai transaksi perdagangan Iran-Indonesia saat ini mencapai 800 juta dolar.

 

"Terbuka peluang untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dua negara hingga mencapai satu miliar dolar," ujarnya.

 

Menurut Octavino Alimudin, di Indonesia terdapat 9 zona bebas atau kawasan ekonomi khusus dan ia menekankan penggunaan berbagai peluang serta manfaat ekonomi zona bebas Aras untuk meningkatkan hubungan dagang kedua negara.

Iran-Indonesia

 

Dubes Indonesia untuk Iran menjelaskan, tujuan kunjungan ke zona bebas Aras adalah untuk menemukan metode yang tepat guna menciptakan dan memperkuat hubungan bilateral Iran dan Indonesia.

 

"Pabrik kantong plastik dan industri, sepatu, setelan jas dan unit rumah kaca zona bebas Aras, menunjukkan kemajuan Iran dibandingkan negara kawasan lain," imbuhnya.

 

Alimudin juga menekankan investasi bersama kawasan ekonomi khusus kedua negara di industri petrokimia dan non-minyak termasuk pakaian, sepatu kulit dan makanan halal.