Iran Aktualita, 28 Oktober 2018
https://parstoday.ir/id/news/iran-i63545-iran_aktualita_28_oktober_2018
Dinamika Iran sepekan lalu diwarnai sejumlah peristiwa penting. Pertemuan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dan keluarga syuhada pembela makam suci Ahlul Bait. Pernyataan Presiden Iran menyikapi berlanjutnya sanksi AS, dan menteri perminyakan Iran yang menegaskan minyak negara ini tidak bisa dihilangkan dan digantikan oleh pasokan dari negara lain.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Okt 28, 2018 13:20 Asia/Jakarta
  • Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei
    Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei

Dinamika Iran sepekan lalu diwarnai sejumlah peristiwa penting. Pertemuan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dan keluarga syuhada pembela makam suci Ahlul Bait. Pernyataan Presiden Iran menyikapi berlanjutnya sanksi AS, dan menteri perminyakan Iran yang menegaskan minyak negara ini tidak bisa dihilangkan dan digantikan oleh pasokan dari negara lain.

Selain itu, masalah kerja sama kesehatan antara Iran dan Indonesia menjadi salah satu peristiwa penting yang terjadi pekan lalu. Di bidang sains, para siswa Iran berhasil meraih emas dalam kompetisi inovasi di Korea Selatan. Di penghujung, film Zona besutan Toofan Nahan Ghodrati berhasil meraih film terbaik pada festival film pendek internasional Fiaticorti yang digelar di Italia.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan keluarga syuhada pembela Makam Suci Ahlul Bait  Senin (22/ 10/2018) mengatakan, jika para pembela Makam Suci Ahlul Bait as tidak ada, maka pawai Arbain pun tidak akan ada.

Rahbar dalam pertemuan itu menyinggung kemiripan gerakan para pembela Makam Suci Ahlul Bait dalam beberapa tahun terakhir dengan gerakan orang-orang yang mengorbankan jiwanya untuk mencegah pembongkaran Makam Imam Hussein di masa kekhalifahan Abbasiah.

Ayatullah Khamenei juga menyinggung kehadiran warga dari sejumlah negara dalam pawai Arbain Imam Hussein as dan menuturkan, peletak pondasi amal ini adalah mereka yang pada kenyataannya mengorbankan diri untuk ziarah Makam Imam Hussein dan jika tidak ada mereka yang pergi ke sana untuk berjuang, maka pasti musuh sudah berada di dekat Makam Suci Imam Hussein beberapa kilometer dari Karbala.

Rahbar menjelaskan, para pembela Makam Suci Ahlul Bait membersihkan Islam dan Muslimin dari musuh, pekerjaan besar ini dilakukan oleh para pemuda dan Insyaallah dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, keberkahannya akan dirasakan Dunia Islam.

Arbain Imam Hussein

Jutaan orang dari berbagai negara dunia mendatangi kota Karbala, Irak pada peringatan 40 hari kesyahidan Imam Husein. Tahun ini diperkirakan lebih dari 15 juta orang datang ke Iran untuk menghadiri peringatan Arbain yang jatuh pada hari Selasa, 30 Oktober 2018.

Pada tahun 2017, Irak didatangi lebih dari 13,5 juta peziarah yang berasal dari berbagai wilayah negara itu, dan sekitar 2,5 juta peziarah dari beberapa negara lain.

Pekan lalu, Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani mengatakan, Republik Islam Iran dengan kebijakan yang diambilnya akan membuat AS bertekuk lutut. Presiden Rouhani  hari Sabtu (27/10) mengatakan, publik dunia saat ini tahu bahwa bangsa Iran menjalankan komitmennya, sedangkan AS senantiasa melanggar komitmennya dan bertentangan dengan hukum internasional. Ditegaskannya, kemenangan bangsa Iran menghadapi AS adalah sebuah fenomena yang jarang terjadi dalam sejarah.

"Jarang terjadi ketika AS di tingkat dunia mengambil kebijakan penting terhadap sebuah negara, tapi para sekutu tradisional AS meninggalkan negara ini," tutur Rouhani. Meskipun AS terus melanjutkan sanksinya terhadap Iran, tapi rakyat negara ini tidak pernah menyerah.

Presiden Iran, Hassan Rouhani 

Menteri Peminyakan Republik Islam Iran, Bijan Namdar Zanganeh mengatakan produksi minyak Arab Saudi dan Rusia saat ini berada di level tertinggi sepanjang sejarah, dan kedua negara ini tidak memiliki kapasitas untuk meningkatkan produksinya melebihi saat ini guna menggantikan minyak Iran.

"Lonjakan harga minyak berdampak besar terhadap perekonomian global," ujar Zanganeh.

Mengenai peningkatan produksi minyak Rusia, menteri perminyakan Iran mengungkapkan bahwa Rusia meningkatkan produksi minyaknya sebesar 388 ribu barel perhari dari Mei hingga September.

"Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi selama ini. Rusia dalam jangka waktu singkat tidak bisa meningkatkan jumlah produksinya lebih tinggi lagi tanpa melakukan investasi di bidang penyulingan," tegasnya.

Menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zanganeh

Sementara Arab Saudi meningkatkan jumlah produksinya sebesar 500 ribu barel perhari dari bulan Mei hingga September 2018.

Menurut Zanganeh, peningkatan produksi yang dilakukan Riyadh melanggar kesepakatan OPEC.

"Pelanggaran ini dilakukan di bawah tekanan AS terhadap penguasa Arab Saudi," papar Zanganeh

Pada Juni 2018, para menteri perminyakan negara-negara anggota OPEC bersepakat untuk menurunkan produksi minyak mentahnya sebesar 1,8 juta barel perhari.

Republik Islam Iran dan Indonesia menandatangani MoU kerja sama di bidang pelayanan medis. IRIB (25/10/2018) melaporkan, Menteri Kesehatan Iran, Hassan Qazizadeh Hashemi yang berada di Kazakhstan untuk menghadiri peringatan Deklarasi Alma-Ata ke-40, Kamis (25/10) bertemu dengan Menteri Kesehatan Indonesia, Nila Djuwita F. Moeloek.

Bendera Indonesia dan Iran

Dalam pertemuan itu kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman kerja sama di bidang kedokteran. MoU kerja sama Iran dan Indonesia itu menegaskan beberapa hal di antaranya pelayanan kesehatan, produk obat dan peralatan medis, penelitian dan pengembangan, pencegahan penyakit menular, unit gawat darurat dan penanganan bencana alam. Menkes Iran dan Indonesia juga membahas kemungkinan kerja sama dua negara di bidang pelayanan medis.

Di bidang sains, delegasi siswa Iran yang berpartisipasi dalam pameran sains dan inovasi Asia 2018 yang berlangsung di Korea Selatan berhasil meraih 10 medali emas dan satu penghargaan khusus yang diraih dalam kompetisi internasional itu.

Shayan Asef dan Elham Zara berpartisipasi di bidang teknik rekayasa, Keyan Mir Aftabzadeh di bidang energi terbarukan, Mahdiyeh Hashem Zadeh dan Shagheyegh Emadi di bidang kimia, Sajad Ahmadi di bidang bioelektronik dan Fatime Shajadi di bidang teknik sipil dan arsitektur, merupakan delegasi siswa dari Iran yang mengikuti festival inovasi Asia 2018  di Korea Selatan.

Selain itu, Mohammed Kazemi dan Mohammed Solaemani di bidang ulmu syaraf, Fatime Hassan Pour di bidang astronomi, Haniye Jebeli dan Haniye Ahmadi di bidang nano berhasil meraih medali emas dalam kompetisi ini.

Kompetisi pameran sains dan inovasi Asia 2018 di  Korea Selatan dilakukan untuk kategori usia 14 hingga 23 tahun yang berlangsung sejak 16 hingga 24 Oktober 2018, yang dihadiri delegasi dari 34 negara dunia.

Film Iran, Zona

Di bidang seni, Film Iran, Zona berhasil meraih penghargaan sebagai film terbaik pada festival film pendek internasional Fiaticorti yang digelar di Italia.

Dewan juri festival film Fiaticorti memilih film Zona karya Toofan Nahan Ghodrati sebagai film terbaik pada festival ke-19. Para juri menilai film Zona sebagai karya yang berani menampilkan Iran saat ini melalui narasi seorang laki-laki yang kehilangan dirinya.

Festival film internasional Fiaticorti ke-19 yang dimulai 5  hingga 26 Oktober menyeleksi 500 film pendek dari 120 negara dunia. Dari sejumlah film tersebut, diseleksi 23 film terbaik, dan film Zona terpilih sebagai film unggulan.(PH)