Iran Aktualita 10 November 2018
https://parstoday.ir/id/news/iran-i64005-iran_aktualita_10_november_2018
Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya pernyataan menteri luar negeri Iran yang menilai AS harus diadili atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukannya selama ini, dan protes Iran terhadap sanksi AS yang berkaitan dengan sektor perkapalan negara ini. Selain itu, kunjungan Deputi Menhan Iran ke Indonesia untuk menghadiri Indo Defence Expo, Jakarta 2018, dan berbagai peristiwa lain juga menjadi isu penting pekan lalu.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 10, 2018 13:22 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif
    Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif

Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya pernyataan menteri luar negeri Iran yang menilai AS harus diadili atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukannya selama ini, dan protes Iran terhadap sanksi AS yang berkaitan dengan sektor perkapalan negara ini. Selain itu, kunjungan Deputi Menhan Iran ke Indonesia untuk menghadiri Indo Defence Expo, Jakarta 2018, dan berbagai peristiwa lain juga menjadi isu penting pekan lalu.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan dalam sebuah tweet pada hari Kamis (8/11/2018), Amerika Serikat harus diadili atas kejahatannya terhadap kemanusiaan.

"Sama seperti Yaman, @SecPompeo menyalahkan Iran atas sanksi ilegal AS yang mencegah akses Iran terhadap layanan keuangan untuk menyiapkan makanan dan obat-obatan. Tentu saja, kami akan menyediakannya untuk rakyat kami terlepas dari upaya AS. Tapi AS bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan," tegas Zarif dalam pesannya itu.

Sebelumnya, Menteri Perminyakan Iran menilai tingkat pengecualian Amerika Serikat atas negara-negara importir minyak tidak sesuai dengan permintaan. Ia memprediksikan, beberapa bulan ke depan akan menjadi masa sulit bagi konsumen minyak dunia.

Menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zanganeh

Menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zanganeh, Selasa (7/11/2018) dalam wawancara dengan kantor berita SHANA menuturkan, meski awalnya Presiden Amerika dan beberapa negara produsen minyak kawasan menolak, namun akhirnya pemerintah Amerika mengakui terjadi kelangkaan minyak cukup tinggi di pasar minyak dunia dan tidak mungkin untuk menyingkirkan Iran dari pasar.

Ia menambahkan, Amerika, dikarenakan adanya kelangkaan minyak serius dan tidak adanya keseimbangan dalam permintaan dan penawaran, juga untuk mengurangi tekanan dari importir minyak besar, membuka kemungkinan bagi sejumlah negara untuk mengimpor minyak dari Iran namun itu masih belum bisa memenuhi permintaan.

Zanganeh menegaskan, pemerintah Amerika dengan dalih pemilu sela Kongres di negara itu, menurunkan harga minyak dan bensin secara manupulatif, dan secara alami dalam beberapa bulan ke depan, harga dipastikan akan naik kembali.

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di London memprotes sanksi Amerika Serikat terhadap sektor perkapalan negara ini. Dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Kedubes Iran di London mengecam sanksi sepihak AS terhadap sektor perkapalan Iran dan mendesak penyelidikan khusus atas dampak sanksi itu.

Duta Besar Iran untuk Inggris Hamid Baeidinejad, seperti dilansir IRNA, Kamis (8/11/2018) mengatakan Republik Islam menganggap tindakan AS sebagai pelanggaran terhadap perjanjian maritim internasional dan langkah yang membahayakan keamanan navigasi.

Baeidinejad menegaskan kapal-kapal Iran akan melanjutkan pelayarannya terlepas dari permintaan ilegal Washington. “AS akan bertanggung jawab atas konsekuensi dari setiap insiden di laut,” ujarnya.

Duta Besar Iran untuk Inggris Hamid Baeidinejad

Kepala Kelompok Aksi Iran, Brian Hook dalam konferensi pers pada Rabu lalu memperingatkan negara lain terhadap risiko pelayaran kapal tanker Iran melalui perairan mereka.

Putaran kedua sanksi AS terhadap Iran menargetkan sektor energi, perkapalan, industri penerbangan dan jaringan perbankan. Sanksi ini mulai berlaku sejak 5 November lalu.

Langkah unilateral AS dikecam oleh penandatangan JCPOA lainnya yaitu: Inggris, Perancis, Jerman, Rusia dan Cina. Mereka menekankan komitmennya terhadap kesepakatan nuklir dan berjanji akan melindungi hubungan bisnis antara perusahaan mereka dan Iran. Uni Eropa telah menyiapkan mekanisme khusus yang memungkinkan pembayaran minyak Iran dan komoditas lainnya tanpa melibatkan dolar AS.

Deputi Menteri Pertahanan Iran mengatakan, Iran dan Indonesia memiliki kapasitas yang besar untuk memperluas kerja sama yang harus dimanfaatkan guna meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.

IRNA (7/11/2018) melaporkan, Deputi Menhan Iran, Brigjen Ghassem Taghizadeh, Rabu (7/11) dalam pertemuan dengan Menhan Indonesia, Ryamizard Ryacudu di Jakarta menyinggung kedudukan "strategis" kedua negara dan menganggap peningkatan interaksi pemerintah dua negara dapat memperkokoh stabilitas, perdamaian dan keamanan kawasan serta dunia.

Bendera Iran dan Indonesia

Brigjen Taghizadeh menjelaskan, Republik Islam Iran selalu berusaha menyebarluaskan perdamaian dan stabilitas di kawasan serta dunia, dan ia mendesak peningkatan hubungan Iran dan Indonesia di seluruh bidang.

Deputi Menhan Iran juga mengucapkan belasungkawa dari rakyat, pemerintah dan angkatan bersenjata Iran, kepada pemerintah, rakyat dan keluarga korban bencana tsunami terbaru di Indonesia dan jatuhnya pesawat Lion Air.

Menhan Indonesia menyinggung dekatnya hubungan negara-negara Muslim khususnya Indonesia-Iran dan menuturkan, peningkatan hubungan bilateral juga dapat menjamin kepentingan dua negara. Ryamizard Ryacudu menjelaskan, Indonesia ingin menjaga hubungan dengan Iran.

Deputi Menhan Iran mengunjungi Indonesia untuk menghadiri Indo Defence Expo, Jakarta 2018. Pameran ini dibuka secara resmi pada hari Rabu, 7 November hingga 10 November 2018 dan diikuti oleh 60 negara dunia termasuk Iran.

Di bidang akademis, Wakil Menteri Sains, Riset, dan Teknologi Iran untuk Urusan Internasional, Hossein Salar Amoli dan Wakil Menteri Pendidikan Malaysia Zaki bin Zakaria dalam pertemuan di Tehran, mengkaji cara-cara untuk memperluas kerjasama ilmiah dan riset antara kedua negara.

Image Caption

Salar Amoli, Jumat (9/11/2018) menjelaskan tentang kapasitas dan prestasi ilmiah Iran di tingkat nasional dan internasional.

"Kebijakan makro Kementerian Sains, Riset dan Teknologi di bidang internasional fokus pada tiga bidang yaitu: transfer pengetahuan, pengembangan dan penguatan kursus teknis, dan internasionalisasi pendidikan tinggi Iran (IHEI)," jelasnya.

Pada kesempatan itu, kedua pihak juga menekankan pentingnya memperkuat kerjasama ilmiah dan riset antara Iran dan Malaysia. Salar Amoli dan Zaki bin Zakaria lebih lanjut bertukar pandangan tentang penyusunan program kerjasama ilmiah, masalah pertukaran profesor dan mahasiswa, membuka peluang riset dan kerjasama timbal balik, pertukaran beasiswa jangka pendek, dan mendirikan cabang akademik Iran di Malaysia.

Institut Material dan Energi Iran dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) telah menandatangani MoU pada akhir Oktober lalu untuk melaksanakan proyek riset bersama guna menemukan akar penyebab polusi udara di ibukota kedua negara serta menemukan cara untuk mengatasinya.

Di bidang ekonomi, anggota kamar dagang bersama Iran-Cina mengatakan, saat ini seperempat minyak mentah Iran sudah diekspor ke Cina senilai 15 miliar dolar. IRIB, Kamis (8/11/2018) melaporkan, anggota kamar dagang bersama Iran-Cina, Hossein Pir Moazen menuturkan, secara keseluruhan Cina memenuhi tujuh persen kebutuhan minyak impornya dari Iran. Pir Moazen menambahkan, Cina merupakan salah satu mitra bisnis besar Iran dan memiliki hubungan dagang serta ekonomi yang lama dengan Tehran.

Image Caption

Menurutnya, Cina di masa sanksi sebelumnya merupakan salah satu konsumen Iran di bidang infrastruktur industri minyak. Ia menegaskan, Amerika Serikat tidak bisa mencegah penjualan minyak Iran, karena dunia membutuhkan minyak negara ini.

Selama dua hari warga Iran tenggelam dalam duka memperingati wafatnya Nabi Muhammad Saw dan kesyahidan Imam Hassan Mujtaba as, digelar hari ini, Rabu (7/11/2018), dan setelahnya kesyahidan Imam Ridha. Selama dua hari tersebut warga Iran tenggelam dalam duka dan warna hitam mendominasi pemandangan di jalan-jalan kota.

Deputi Urusan Koordinasi Militer Iran, Laksamana Habibollah Sayyari menyatakan kesiapan penuh angkatan bersenjata untuk melawan ancaman musuh.

Laksamanan Sayyari Senin (5/11) mengatakan Angkatan Bersenjata Iran mengetahui semua ancaman musuh dan kami bergerak sesuai dengan ancaman ini serta memproduksi peralatan pertahanan yang dibutuhkan.

Deputi Urusan Koordinasi Militer Iran, Laksamana Habibollah Sayyari 

Saat ini, lanjutnya, Iran sedang menggelar manuver gabungan Pertahanan Udara Velayat-97 di area seluas 500.000 kilometer persegi. Dia menuturkan manuver ini mengirimkan pesan kesiapan penuh pertahanan udara Iran dalam menghadapi ancaman.