JCPOA dan Kesempatan Terakhir Eropa Menghadapi Aksi AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i64127-jcpoa_dan_kesempatan_terakhir_eropa_menghadapi_aksi_as
Upaya negara-negara Eropa untuk mempertahankan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan tetap melanjutkan kerjasama dengan Iran dalam kondisi sanksi Amerika Serikat terhadap Iran dapat dipahami, tetapi masih belum ada tanda-tanda yang jelas dan berpengaruh dari Brussels.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Nov 13, 2018 13:37 Asia/Jakarta
  • Uni Eropa, JCPOA dan Iran
    Uni Eropa, JCPOA dan Iran

Upaya negara-negara Eropa untuk mempertahankan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan tetap melanjutkan kerjasama dengan Iran dalam kondisi sanksi Amerika Serikat terhadap Iran dapat dipahami, tetapi masih belum ada tanda-tanda yang jelas dan berpengaruh dari Brussels.

Ali Larijani, Ketua Parlemen Republik Islam Iran pada hari Senin (12/11) saat bertemu dengan Sigmar Gabriel, mantan Menteri Luar Negeri Jerman bersama rombongan di Tehran, mengatakan bahwa perilaku Donald Trump, Presiden Amerika Serikat telah menciptakan situasi yang tidak jelas di kancah internasional seraya mengatakan, "Jika Eropa dapat memainkan peran independen menghadapi aksi-aksi Amerika, maka itu akan menguntungkan kepentingan negara-negara Eropa."

Para pejabat Eropa telah berulang kali tentang upaya menciptakan mekanisme khusus sebelum sanksi dimulai dan berjanji untuk membela perusahaan-perusahaan Eropa terhadap sanksi Amerika Serikat demi mempertahankan JCPOA. Keputusan itu disetujui dalam pernyataan bersama oleh Rusia, Perancis, Jerman, Inggris, Cina dan Iran dalam pertemuan menteri-menteri luar negeri negara-negara ini di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

JCPOA tanpa Amerika Serikat

Mekanisme Uni Eropa dipersiapkan untuk menghadapi sanksi Amerika, tapi sejauh mana efektifitasnya?

Yulia Soshnikova, peneliti senior Institut Riset Nasional Sekolah Tinggi Ekonomi Moskow dalam wawancara dengan surat kabar Kommersant mengatakan, "Eropa sedang mencoba untuk menenangkan Iran yang telah memperingatkan kemungkinan akan keluar dari JCPOA. Dalam hal ini, membuat mekanisme khusus tanpa diragukan lagi merupakan langkah positif, tetapi tidak jelas bagaimana cara kerjanya dan akankah berhasil?"

Pakar masalah ekonomi ini percaya bahwa masalah ini kemungkinan besar akan dipertimbangkan oleh pedagang kecil dan menengah Eropa, tetapi perusahaan besar seperti Total yang memiliki lebih dari konvergensi keuangan global akan berada di bawah pengaruh sanksi Washington. Sulit untuk memprediksi bahwa langkah-langkah ini memiliki dampak besar pada kerjasama perusahaan-perusahaan Eropa dengan Iran.

Namun banyak analis yang meragukan langkah-langkah yang dipersiapkan Uni Eropa.

Andrey Baklitsky, analis Pusat Penelitian Politik Rusia meyakini bahwa Brussel tidak berniat serius menghadapi Washington.

Namun, evaluasi menunjukkan bahwa terlepas dari beberapa perbedaan pandangan yang ada di Eropa terkait Amerika Serikat, penentangan terhadap unilateralisme AS serius di tingkat internasional.

Dominique de Villepinm, mantan Perdana Menteri Perancis saat mengritisi kebijakan Amerika Serikat mengatakan, "Amerika Serikat berusaha untuk secara sepihak menghilangkan organisasi yang dibentuk setelah Perang Dunia Kedua, dan bertujuan menciptakan jurang antara Timur dan Barat Eropa."

Kerugian ekonomi yang dikenakan pada Uni Eropa dan negara-negara lain dalam kerangka pelanggaran JCPOA hanya merupakan salah satu aspek dari masalah. Aspek penting lainnya dari ukuran ini adalah mengukur independensi tindakan Eropa terhadap tekanan Amerika.

JCPOA, IAEA dan Iran

Penarikan secara sepihak dan tidak sah dari Amerika Serikat dari JCPOA dan penerapan sanksi terhadap Iran bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 dan itu berarti mengabaikan pandangan dan tidak menghormati masyarakat internasional. Tidak ada keraguan bahwa klaim Amerika Serikat tentang kesepakatan nuklir Iran adalah bohong dan tidak berdasar.

Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah mengkonfirmasi kepatuhan Iran dengan komitmennya untuk ketiga belas kalinya. Oleh karenanya, Eropa harus segera melaksanakan komitmennya demi membela martabat dan kepentingannya.