Brigjen Hajizadeh: Digempur Palestina, Israel Angkat Tangan
-
Brigjen Hajizadeh
Komandan Pasukan Dirgantara (Aerospace Forces), Korps Garda Revolusi Islam Iran, Kamis (15/11/2018) mengatakan, rezim Zionis Israel terpaksa mengakui kekalahan di hadapan perlawanan Palestina.
Fars News (15/11) melaporkan, Brigjen Amir Ali Hajizadeh menuturkan, dalam waktu 48 jam, pejuang Palestina berhasil memaksa pasukan Israel yang mengaku sebagai pasukan terkuat keempat di dunia, angkat tangan.
Israel, tiga hari berturut-turut, Ahad, Senin dan Selasa menjadi sasaran serangan balasan kelompok perlawanan Palestina di Gaza baik dari darat maupun udara.
Putaran baru serangan Israel ke Jalur Gaza membuat sedikitnya 14 warga Palestina gugur dan lebih dari 30 lainnya terluka.
Kubu perlawanan Palestina membalas kejahatan Israel dengan melesakkan lebih dari 500 rudal ke distrik-distrik Israel yang berbatasan dengan Jalur Gaza, sebagai balasan kejahatan rezim itu, dan kubah besi Israel terbukti tidak efektif serta gagal menangkis hujan rudal Palestina tersebut.
Serangan balasan Palestina memaksa Israel meminta bantuan Mesir untuk memediasi gencatan senjata dan gencatan senjata mulai diberlakukan pada Selasa malam.
Kelompok perlawanan Palestina mengumumkan, selama Israel tidak mematuhi gencatan senjata maka mereka juga tidak akan pernah mematuhinya. (HS)