Usulan 4 Butir Tehran; Opsi Bagi Solusi Krisis Yaman
-
Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran
Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran di laman Twitternya menulis, "Hari ini, setelah penderitaan manusia dan kejahatan perang koalisi Saudi dan antek Amerika-nya, dan upaya untuk menutupi kejahatan mereka dengan membuat klaim konyol terhadap Iran, usulan empat butir Tehran kini menjadi satu-satunya pilihan yang tersedia."
Upaya Iran untuk menyelesaikan krisis Yaman dan mengakhiri kejahatan Saudi di negeri ini tidak dapat dipungkiri oleh siapapun. Sekaitan dengan ini, Republik Islam Iran telah bernegosiasi dengan para pejabat PBB mengenai masalah ini, serta dengan para pejabat Eropa. Pada bulan April, hanya berselang sedikit dari dari dimulainya serangan koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi terhadap Yaman, Menteri luar negeri menulis surat kepada Sekjen PBB waktu itu, Ban Ki-moon dan menekankan, "Penghentian serangan dan gencatan senjata segera, pengiriman bantuan kemanusiaan, dimulainya inisiasi dialog politik antara semua pihak Yaman dan pembentukan pemerintah nasional yang inklusif adalah empat elemen kunci untuk mencapai perdamaian abadi di Yaman."
Dalam kunjungan terbarunya ke Madrid, ibukota Spanyol, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Jawad Zarif juga menyampaikan usulan demi menyelesaikan krisis Yaman baru seraya menyerukan pembentukan pemerintah baru dengan "partisipasi semua kelompok politik Yaman," dan mengajukan kembali tawaran empat tahap dari Tehran.
Di Madrid, Zarif mengatakan, "Masalah Yaman harus diselesaikan oleh pihak-pihak Yaman sendiri dan serangan udara bukanlah solusi yang baik serta dan semua serangan udara dan darat harus dihentikan."
Seyed Hadi Afghahi, analis Timur Tengah dalam wawancaranya dengan Sputnik mengatakan, "Iran adalah salah satu negara pertama yang memperkenalkan prakarsa perdamaian demi menyelesaikan krisis dan konflik Yaman. Iran akan melakukan yang terbaik untuk mengimplementasikan rencana perdamaian yang diusulkan. Selain itu, Iran siap untuk berpartisipasi dalam proses negosiasi."
Terlepas dari pengulangan beberapa klaim kosong tentang Iran, delegasi ahli PBB dalam laporannya ke Dewan Keamanan menilai upaya Teheran untuk membentuk gencatan senjata di Yaman adalah bukti atas keinginan Iran untuk memainkan peran positif dalam mengakhiri krisis Yaman.
Perang dan pertumpahan darah di Yaman selama empat tahun terakhir adalah hasil dari ambisi Saudi dan koalisi yang dibentuk Riyadh.
Direktur Timur Tengah UNICEF Garrett Kapler memperingatkan tentang dampak perang terhadap kehidupan 11 juta anak perempuan dan laki-laki Yaman serta menggambarkan krisis Yaman sebagai salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Republik Islam Iran telah berulang kali mencoba untuk membantu perjuangan politik Yaman dan mengakhiri perang setelah invasi oleh koalisi Saudi, tetapi krisis yang diciptakan oleh Arab Saudi tidak terbatas pada perang di Yaman saja.
Dalam hal ini, wakil tetap Republik Islam Iran di PBB hari Jumat (30/11) mengumumkan dalam sebuah surat kepada Sekjen PBB dan pimpinan Dewan Keamanan bahwa Saudi berencana untuk melakukan aksi-aksi keamanan dan ekonomi yang merusak terhadap terhadap Iran.
Mengacu pada kejahatan Arab Saudi di Yaman, wakil tetap Iran di PBB menekankan bahwa masyarakat internasional harus memaksa Arab Saudi untuk menghentikan kejahatan perangnya dan negara ini harus bertanggung jawab atas berbagai kejahatan yang dilakukannya.
Namun, kebijakan definitif Iran adalah upaya untuk mengakhiri segera krisis saat ini di kawasan. Perang Yaman sendiri akan berakhir cepat atau lambat. Iran berharap ada kemauan nyata untuk mengakhiri krisis Yaman secepat mungkin untuk mengakhiri bencana kemanusiaan ini.