Sambutan Hangat Erdogan kepada Rouhani (2)
-
Presiden RII Hassan Rouhani disambut resmi oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani tiba di Ankara, ibu kota Turki pada hari Kamis, 20 Desember 2018. Setibanya di Ankara, dia disambut hangat oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Kunjungan Rouhani ke Turki atas undangan resmi Erdogan untuk membicarakan beragam isu penting bilateral. Sesi kelima pertemuan Dewan Tinggi Strategis Iran dan Turki yang dipimpin oleh pemimpin kedua negara, telah diumumkan sebagai program paling penting dari kunjungan tersebut.
Hubungan Iran-Turki telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Ide pembentukan Dewan Tinggi Hubungan Strategis Iran dan Turki juga merupakan hasil kunjungan pertama Rouhani ke Turki, di mana kedua pihak menargetkan hubungan perdagangan hinggal senilai 30 miliar dolar.
Sejauh ini, empat putaran KTT Dewan Tinggi Kerjasama Strategis antara Iran dan Turki telah diadakan dalam bentuk pertemuan presiden kedua negara dan telah dicapai perjanjian penting. Sesi kelima dari pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hubungan yang baik antarkedua negara, dimana tingkat harapan akan peningkatkan hubungan Tehran-Ankara semakin tinggi.
Pemanfaatan maksimal dari kemampuan yang ada dalam hubungan politik dan ekonomi antara Iran dan Turki adalah penting dalam mengembangkan hubungan antarkedua belah pihak.
Saat ini, ada peluang signifikan di berbagai sektor untuk investasi bersama. Iran siap menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk partisipasi pelaku ekonomi Iran dan Turki dalam proyek-proyek perluasan kerjasama. Tentunya, hambatan perluasan hubungan di berbagai sektor, terutama perdagangan dan hubungan ekonomi kedua negara harus dihapus dalam waktu singkat.
Presiden Turki menekankan penguatan kerjasama dan dukungan untuk para pelaku ekonomi kedua negara. Menurutnya, pengembangan hubungan dengan Iran bagi Turki adalah kepentingan strategis. Pentingnya pengembangan kerjasama strategis antara Tehran dan Ankara tidak kurang dari konvergensi politik.
Pembuatan perjanjian moneter dan perbankan adalah salah satu langkah paling penting yang diambil Iran dan Turki. Erdogan telah menekankan dalam konteks ini bahwa penggunaan mata uang nasional dalam pertukaran ekonomi sangat penting bagi kedua negara dan dapat menciptakan lompatan dalam kerjasama ekonomi Tehran-Ankara.
Hal tersebut juga mengingat adanya kebijakan permusuhan Amerika Serikat dan sanksi ekonomi yang telah menjadi alat bagi negara ini untuk menekan Iran, Turki dan Rusia. Iran dan Turki juga menandatangani dua nota kesepahaman untuk meningkatkan kerja sama bilateral di bidang kesehatan, komunikasi dan media. (RA)