Peran Angkatan Bersenjata dalam Perspektif Rahbar
Panglima Besar Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Ayatullah Khamenei menjelang peringatan hari angkatan bersenjata Iran pada hari Rabu (17/4) menyebut tentara Iran sebagai pasukan yang paling religius dan efisien.
Ayatullah Khamanei dalam pidatonya menyinggung peningkatan kekuatan angkatan bersenjata Iran saat ini membuat musuh marah, dan mengatakan bahwa tangan persaudaraan antara tentara dan Sepah Pasdaran adalah gerakan yang indah di tengah gerakan buruk AS.
Tanggal 29 Farvardin yang bertepatan dengan 18 April diperingati sebagai hari tentara nasional Iran sebagai bentuk penghormatan terhadap pengorbanan dan pengabdian angkatan bersenjata Republik Islam Iran.
Tentara nasional Republik Islam Iran selama bertahun-tahun, terutama di era perang pertahanan suci telah menunjukkan pengorbanan dan pengabdiannya. Delapan tahun perang Pertahanan Suci tidak diragukan lagi menjadi lencana kehormatan bagi angkatan bersenjata Iran dengan berbagai pengalaman penting dan berharga dari solidaritas dan pengabdiannya untuk bangsa dan negara.
Tentara dan Pasdaran sebagai dua lengan kuat pertahanan Iran dengan proros pendekatan revolusioner, senantiasa siaga dalam berbagai keadaan menghadapi ancaman musuh.
Kekuatan angkatan bersenjata Iran, termasuk tentara dan Pasdaran dalam menghadapi musuh adalah fakta yang tak terbantahkan. Oleh karena itu, musuh-musuh Republik Islam Iran tidak menghendaki kesatuan antara tentara dengan Pasdaran dan mereka berusaha untuk menunjukkan salah satunya dalam posisi tertinggi dengan tindakan kotor dan tak bernilai.
Para pemimpin AS memiliki jejak kelam dalam kejahatan pelanggaran hak asasi manusia di dunia, termasuk dukungan mereka terhadap pembantaian orang-orang Yaman, Nigeria, Bahrain, Palestina, Afghanistan, Suriah dan Irak. Tapi ironisnya mereka justru menyebut Pasdaran yang selama ini aktif dalam berbagai aksi penumpasan terorisme dilabeli sebagai teroris.
Menyikapi masalah tersebut, Pemimpin Besar Revolusi Islam menunjukkan kontribusi positif angkatan bersenjata Iran dalam menghadapi berbagai serangan musuh di Iran dan negara-negara kawasan. Ayatullah Khamenei mengajukan pertanyaan, apa yang akan terjadi dengan negara ini dan negara-negara tetangga, jika tentara dan Pasdaran tidak memerangi kelompok teroris Daesh ?
Tentara dan Pasdaran berada di semua lini, mulai dari medan perang dengan musuh hingga membantu orang-orang tertimpa bencana gempa bumi dan banjir, sebagaimana yang terjadi saat ini di Iran.
Tentara dan Pasdaran menjadi pijakan yang kuat dalam menjamin stabilitas dan keamanan terhadap ancaman musuh. Kekuatan ini tidak bisa dilepaskan dari ikatan kuat antara rakyat dan angkatan bersenjata Iran, baik tentara maupun Pasdaran. Kekuatan nasional inilah yang berhasil menangkal plot musuh, terutama AS selama bertahun-tahun.
Angkatan bersenjata Republik Islam Iran berulangkali menunjukkan peran besar dan pentingnya dalam menghadapi ancaman musuh yang datang bertubi-tubi. Oleh karena itu, Panglima Besar Angkatan Bersenjata Iran menyebut angkatan bersenjata Republik Islam Iran sebagai "manifestasi dan elemen kekuatan nasional."(PH)