Presiden Iran: Kami Tak Punya Permusuhan terhadap Siapa pun
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengatakan kami tidak memiliki permusuhan terhadap siapa pun, tetapi tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk konspirasi.
Penegaskan itu disampaikan Rouhani dalam pidatonya pada upacara pembukaan beberapa proyek dan pembangkit listrik di Provinsi Kermanshah, Rabu (1/5/2019).
Dia menambahkan kita harus menyesalkan permusuhan musuh dan harus membawa mereka kembali ke titik rasionalitas.
"Kita tahu, kawasan dan kekuatan rakyat Iran lebih baik daripada yang lain. Kita tidak memiliki permusuhan kepada siapa pun, namun tidak akan tinggal diam atas segala bentuk konspirasi," tegasnya.
Rouhani menggambarkan bagian barat Iran sebagai tanah kehormatan, ketabahan dan pengabdian. Dia menuturkan, hari ini, kami senang bahwa bangsa Iran yang hebat telah mampu mengubah daerah ini menjadi wilayah pembangunan.
"Ada banyak pemikiran dan perencanaan bertahun-tahun di balik pembukaan proyek-proyek ini, dan kami berterima kasih kepada semua yang telah bekerja untuk penyelesaian pekerjaan yang hebat ini," ujarnya.
Presiden Iran lebih lanjut menyinggung curah hujan tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya di negaranya dalam beberapa bulan terakhir.
"Tahun ini adalah tahun yang baik berkaitan dengan sumber daya air. Saya mengingatkan para pejabat pariwisata bahwa kita perlu mengambil keuntungan terbaik dari kesempatan baik yang telah datang kepada kita untuk mengembangkan pariwisata," tuturnya.
Pada pemerintahan ke-11 dan ke-12, lanjut Rouhani, 37 bendungan telah selesai dan lima lainnya sedang dalam proses penyelesaian dalam waktu dekat, dan ini adalah pekerjaan yang hebat.
"Kita akan mengatasi semua masalah dan menjual minyak kita sendiri serta memenuhi kebutuhan kita sendiri. Apa yang dikatakan para pejabat Amerika benar-benar tidak berdasar dan kekuatan mereka tidak sebanyak lidah mereka yang panjang," kata Rouhani.
Dia menandaskan, kita tahu bahwa kawasan dan kekuatan besar bangsa Iran lebih dari mereka. Pengabdian dan kekuatan bangsa kita, lanjutnya, lebih dari apa yang para pejabat Amerika pikirkan.
"Kita harus membuat musuh menyesal dan mengembalikan mereka ke titik rasionalitas, dari mana mereka telah menyimpang," pungkasnya. (RA)