Zarif: Iran Tidak Akan Keluar dari JCPOA
-
Mohammad Javad Zarif tiba di Moskow
Menteri luar negeri Iran mengatakan pada hari Selasa malam (07/05) bahwa keputusan baru Tehran dalam menanggapi tindakan ilegal AS berada dalam kerangka Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), seraya mengatakan, "Republik Islam tidak akan keluar dari perjanjian internasional ini."
Menurut laporan IRNA, Mohammad Javad Zarif pada saat kedatangannya di Moskow menekankan bahwa tindakan yang dilakukan Amerika Serikat selama setahun terakhir, terutama sebelum dan setelah penarikan diri dari JCPOA dengan tujuan mengganggu berlanjutnya perjanjian internasional ini.
Zarif mencatat bahwa Iran benar-benar mengetahui kebijakan Amerika Serikat ini dan hingga kini menghadapinya dengan toleransi dan kesabaran strategis, tetapi sayangnya, Uni Eropa dan seluruh komunitas internasional belum mampu menghadapi tekanan Amerika.
"Atas dasar ini, Iran melihat maslahat untuk tidak melaksanakan sebagian kewajiban dan langkah-langkah yang dilaksanakan secara suka rela," ungkap Zarif.
Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa hak untuk Republik Islam Iran telah disebutkan dalam JCPOA seraya mengatakan, "Pasal 26 dan 36 dari JCPOA memberikan wewenang tersebut kepada Iran dan, tentu saja, negara-negara anggota lainnya, bahwa jika suatu negara tidak memenuhi kewajibannya, mereka juga berhak untuk tidak memenuhi komitmennya baik sebagian atau keseluruhan."
Zarif menyebut Iran sekarang bekerja dalam kerangka JCPOA.
"Ini adalah kesempatan bagi anggota lain untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan, tidak hanya cukup dengan mengeluarkan pernyataan," tambah Zarif.
Zarif juga mengingatkan bahwa perjalanannya ke Moskow untuk melakukan pembicaraan dengan Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia terkait masalah-masalah bilateral dan regional dengan Rusia.
Menteri luar negeri Iran, yang menekankan bahwa Tehran dan Moskow menentang unilateralisme Amerika Serikat, berpendapat bahwa pembicaraan formal pertama Iran dengan Rusia akan sejalan dengan tindakan yang akan dilakukan tepat setahun pasca penarikan diri Amerika Serikat dari JCPOA.
Langkah timbal balik Tehran terhadap penarikan diri Amerika Serikat dari JCPOA dan janji-janji Uni Eropa yang tidak ditepati terkait komitmen mereka akan diumumkan pada hari ini (Rabu, 08/05).
Inggris, Perancis dan Jerman, setelah penarikan tidak sah Amerika Serikat dari JCPOA pada 8 Mei 2018, berjanji untuk mengamankan perjanjian ini dengan menjamin kepentingan ekonomi Iran. Negara-negara ini, terlepas dari sikap bahasa dan politik mereka, belum berhasil mengambil langkah-langkah praktis untuk mempertahankan perjanjian ini.