Uni Eropa Optimis Iran Tetap Berada di JCPOA
-
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini
Sehari setelah Iran mengumumkan penangguhan sejumlah komitmennya di JCPOA, Uni Eropa menyampaikan optimismenya Tehran dalam perjanjian internasional tersebut.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini dan para menteri luar negeri troika Eropa (Inggris, Perancis dan Jerman) dalam statemen hari Kamis (9/5) menyatakan, segala bentuk ultimatum dalam masalah JCPOA dan kekhawatiran mengenai langkah Iran menurunkan tingkat komitmennya terhadap kesepakatan ini, akan dipertimbangkan.
Sebelumnya, Presiden Iran, Hassan Rouhani hari Rabu (8/5) bertepatan dengan setahun keluarnya AS dari JCPOA menyinggung belum adanya langkah signifikan Uni Eropa dalam meredam pengaruh negatif dari kebijakan AS tersebut.
"Iran menghentikan dua komitmennya terhadap JCPOA sebagai pertimbangan singkat bagi Eropa selama 60 hari untuk menebusnya," ujar Rouhani.
Deputi Menteri Luar Negeri Iran, Abas Araqchi mengungkapkan, Republik Islam Iran hingga kini belum keluar dari JCPOA, tapi sedang mempertimbangkan langkah keluar setahap demi setahap.
Uni Eropa dalam statemennya menyampaikan dukungan terhadap JCPOA, dan menyesalkan kembalinya sanksi AS terhadap Iran setelah Trump mengumumkan negaranya keluar dari perjanjian internasional itu.
Uni Eropa juga menyampaikan optimismenya mengenai langkah Tehran untuk tetap berada di JCPOA.(PH)