Takht-Ravanchi: Donald Trump Tidak Dapat Dipercaya
https://parstoday.ir/id/news/iran-i69974-takht_ravanchi_donald_trump_tidak_dapat_dipercaya
Wakil tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat merespon klaim Presiden AS Donald Trump untuk berunding dengan Iran mengatakan, Trump tidak dapat dipercaya.
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
May 10, 2019 14:37 Asia/Jakarta
  • Majid Takht-Ravanchi
    Majid Takht-Ravanchi

Wakil tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat merespon klaim Presiden AS Donald Trump untuk berunding dengan Iran mengatakan, Trump tidak dapat dipercaya.

IRIB melaporkan, Majid Takht-Ravanchi Kamis (9/5) saat menjawab pertanyaan presenter televisi NBC mengenai kesiapan Iran untuk berunding dengan AS mengatakan, masalah pertama, Donald Trump harus menjelaskan alasan mengapa ia meninggalkan meja perundingan?

 

Presiden AS Donald Trump

Menurut Ravanchi, Trump saat meninggalkan meja perundingan ketika kekuatan dunia serta Dewan Keamanan PBB membenarkan perundingan tersebut.

Wakil tetap Iran di PBB menambahkan, apa jaminannya jika presiden AS tidak akan meninggalkan perundingan lagi, karena ia menolak hukum internasional dan membatalkannya.

Saat mereaksi klaim presiden AS untuk berunding dengan Iran guna mencegah Iran menggapai senjata nuklir, ia menandaskan, sepertinya Trump tidak mengetahui bahwa Iran tidak ingin mengejar senjata nuklir.

“14 laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) membuktikan hal ini, dan fatwa Pemimpin Besar Revolusi Islam atau Rahbar, Ayatullah Khamenei juga membuktikan sikap Iran tidak mengejar senjata nuklir,” papar Takht-Ravanchi.

Presiden AS sebelumnya mengatakan, “Saya meminta pemimpin Iran untuk menghubungi Saya dan berunding untuk mencapai sebuah kesepakatan yang baik, kesepakatan yang akan membantu keluarnya Tehran dari krisis ekonomi.”

Trump mengklaim tidak meminta banyak dari Iran, hanya satu permintaan, yakni Tehran tidak memproduksi senjata nuklir.

Presiden AS, Donald Trump 8 Mei 2018 melanggar komitmen AS di JCPOA, dengan mengumumkan negaranya keluar dari kesepakatan nuklir ini dan menjatuhkan kembali sanksi ilegal terhadap Iran.(MF)