Zarif kepada Trump: Rahbar Sudah Lama Haramkan Senjata Nuklir
-
Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Iran, Senin (27/5/2019) malam mereaksi statemen Presiden Amerika Serikat yang mengatakan bahwa Iran sedang mengejar senjata nuklir. Menurut Menlu Iran, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar sudah mengharamkan senjata nuklir sejak lama.
Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif di laman Twiiternya menulis, Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei sejak lama sudah mengeluarkan fatwa yang melarang produksi senjata nuklir. Iran, katanya, tidak ingin menguasai senjata nuklir.
Zarif menambahkan, terorisme ekonomi Tim B (yang terdiri dari Penasihat keamanan nasional Amerika, John Bolton, Perdana Menteri rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman dan Putra Mahkota Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed Al Nahyan) telah merugikan rakyat Iran dan menciptakan ketegangan di kawasan.
"Tindakan, bukan statemen, Presiden Amerika Donald Trump yang akan menunjukkan apakah tujuannya memang ini atau bukan," ujar Zarif.
Dalam jumpa pers bersama dengan PM Jepang, Shinzo Abe di Tokyo, Trump kembali mengulang klaim usang terhadap Iran dan mengatakan satu-satunya tujuan Washington menyanksi Iran adalah mencegah penguasaan senjata nuklir oleh Tehran.
Pada saat yang sama, Presiden Amerika mengaku ingin perekonomian Iran mengalami pertumbuhan.
Di sisi lain badan enegi atom internasional, IAEA sudah 14 kali mengumumkan kepatuhan Iran terhadap isi kesepakatan nuklir, JCPOA dan mengkonfirmasi program nuklir Tehran damai bersifat damai. (HS)