Jubir Kemenlu Iran: Konferensi Ekonomi Bahrain Memalukan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i71322-jubir_kemenlu_iran_konferensi_ekonomi_bahrain_memalukan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menilai penyelenggaraan konferensi ekonomi di Manama, Bahrain terkait proyek Kesepakatan Abad, memalukan.
(last modified 2026-03-05T04:17:08+00:00 )
Jun 24, 2019 12:19 Asia/Jakarta

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menilai penyelenggaraan konferensi ekonomi di Manama, Bahrain terkait proyek Kesepakatan Abad, memalukan.

Jubir Kemenlu Iran, Sayid Abbas Mousavi, Senin (24/6/2019) dalam jumpa pers mingguan dengan wartawan dalam dan luar negeri saat ditanya soal konferensi ekonomi di Bahrain mengatakan, penyelenggaraan konferensi ekonomi Bahrain yang memicu perpecahan di tubuh negara-negara Muslim dan terabaikannya cita-cita Palestina serta hak rakyat Palestina dan terjualnya Al Quds, sungguh memalukan.

Jubir Kemenlu Iran menegaskan, konferensi yang membahas tentang perdamaian yang dibeli oleh uang, tidak akan berhasil dan dipastikan akan gagal.

Sehubungan dengan tindak lanjut Kemenlu Iran terkait pelanggaran wilayah Iran oleh drone mata-mata Amerika Serikat, Mousavi menuturkan, selain langkah politik, juga dilakukan langkah hukum termasuk pengaduan ke PBB dan nota protes Iran kepada Dewan Keamanan.

Soal batas waktu 60 hari Iran yang diberikan kepada Eropa terkait kesepakatan nuklir JCPOA, ia menjelaskan, Iran tidak pernah menunggu Eropa dan sedang melakukan negosiasi dengan negara-negara sahabat secara bilateral, dan beberapa mekanisme perdagangan, finansial dan perbankan sudah disusun.

Mousavi juga menyinggung kunjungan Deputi Menlu Inggris ke Tehran dan tuduhannya terhadap Iran terlibat dalam serangan dua tanker di Teluk Oman.

Menurutnya, sikap Inggris ini tidak konstruktif, mungkin Inggris lebih memilih ikut Amerika karena masalah-masalah internal yang dihadapinya, dan krisis pemerintahan, Brexit juga tidak adanya dukungan Uni Eropa kepadanya, namun kepatuhan pada Amerika sampai kapanpun tidak bisa diterima.

Seputar klaim Menlu Uni Emirat Arab untuk berunding dengan Iran, Jubir Kemenlu Iran mengatakan, Tehran sejak lama sudah mengumumkan kesiapan berunding dan menyampaikan sejumlah usulan termasuk pembentukan kelompok dialog regional dan traktat non-agresi, saat ini negara-negara Teluk Persia yang harus mengambil keputusan soal perundingan, karena Iran siap menerima dengan tangan terbuka meski memiliki sejumlah perbedaan.

Terkait klaim Utusan khusus Amerika untuk Iran, Brian Hook untuk membentuk koalisi internasional anti-Iran dari satu sisi dan kesiapan berunding dengan Iran di sisi lain, Mousavi menuturkan, langkah membentuk konsensus internasional anti-Iran bukan hal baru, Iran punya 15 negara tetangga dan merupakan negara kuat, oleh karena itu membentuk koalisi internasional anti-Iran adalah pekerjaan yang sangat sulit.

Sehubungan dengan sanksi baru Amerika terhadap Iran, Mousavi menjelaskan, sanksi tidak menghasilkan apapun dan upaya Amerika meningkatkan sanksi, lebih merupakan usaha mereka untuk mempengaruhi opini publik dalam dan luar Iran. (HS)