JCPOA; Peluang Singkat Eropa dihadapan Langkah Kedua Iran
-
Iran dan Eropa
Empat hari tersisa dari berakhirnya tenggat waktu yang diberikan kepada Eorpa untuk menjalankan komitmennya di kesepakatan nuklir, Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani berbicara mengenai tekad serius Tehran untuk mengambil langkah kedua mengurangi komitmen JCPOAnya.
Pemerintah Iran pada 8 Mei 2019 setahun pasca keluarnya AS dari JCPOA di langkah pertamnya telah menurunkan dua komitmen JCPOAnya, menghentikan penjualan uranium dan air berat serta memberi tenggat waktu 60 hari kepada Eorpa untuk menjalankan komitmennya di kesepakatan nuklir. Tenggat waktu ini akan berakhir 7 Juli mendatang dan jika Eropa terus melanjutkan kelalaiannya ini maka Iran akan menindaklanjuti langkah keduanya dengan serius.
jcpoa
Hassan Rouhani hari Rabu (2/7) saat sidang kabinet kepada Eropa mengatakan, mulai 16 Tir (7 Juli 2019) level pengayaan uranium Iran tidak lagi 3,67 persen dan komitmen ini akan diabaikan serta Tehran akan memperkaya uranium sesuai dengan kebutuhannya.
Presiden Iran juga menyatakan, jika pihak seberang tidak menjalankan seluruh komitmennya berdasarkan jadwal yang ada, reaktor Arak akan dibuka meski mereka mengklaim bahwa instalasi nuklir ini berbahaya dan mampu memproduksi plutonium.
Setelah satu tahun bersabar dan menunjukkan niat baiknya kepada pihak lain di JCPOA, Iran memutuskan untuk menurunkan komitmennya di JCPOA secara bertahap.
Langkah terbaru Iran di JCPOA memanfaatkan instrumen yang ada di kesepakatan nuklir ini sendiri. Berdasarkan pasal 26 dan 36 JCPOA, jika salah satu anggota tidak menjalankan komitmennya, pihak lain dapat menurunkan komitmennya.
Dengan demikian dua langkah Iran menurunkan komitmen JCPOAnya dan meningkatkan cadangan uranium yang diperkaya dari level yang telah ditentukan 300 kg, sama sekali tidak melanggar kesepakatan internasional ini.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, pasal 36 JCPOA menunjukkan dengan keluarnya AS secara sepihak dari kesepakatan nuklir ini, Iran dapat meningkatkan cadagan uranium yang diperkaya.
Menteri Luar Negeri Spanyol, Josep Borrell dan kandidat pengganti ketua kebijakan luar negeri Uni Eropa juga mengatakan, langkah JCPOA terbaru Iran tidak melanggar kesepakatan ini, tapi sekedar sebuah isu teknis.
Langkah legal dan pasti Iran dalam koridor JCPOA membawa pesan bagi Eorpa bahwa Iran sendiri tidak lagi akan menanggung beban keluarnya Amerika dari kesepakatan nuklir.
Republik Islam Iran untuk saat ini mengambil langkah tertentu untuk menciptakan keseimbangan di kesepakatan nuklir sehingga anggota lain menjalankan komitmennya.
Pengabaian pihak lain di JCPOA khususnya Eropa tidak dapat ditanggung oleh Iran dan Tehran sejak 8 Mei 2019, setahun pasca keluarnya AS dari kesepakatan nuklir, menjalankan komitmennya di JCPOA seperti gaya Eropa.
Satu-satunya jalan untuk mempertahankan dan menjaga Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) sebagai sebuah prestasi diplomasi global berada di aksi praktis Eropa dalam melaksanakan seluruh komitmennya di bawah kesepakatan ini sehingga seluruh kepentingan ekonomi Iran terpenuhi. (MF)