Akhir Tenggat Waktu 60 Hari Iran kepada Eropa
https://parstoday.ir/id/news/iran-i71642-akhir_tenggat_waktu_60_hari_iran_kepada_eropa
Tenggat waktu 60 hari yang diberikan Republik Islam Iran kepada pihak-pihak lain di Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) khususnya kepada pihak Eropa untuk menjalankan komitmennya berakhir hari ini Ahad 7 Juli 2019. Berakhirnya tenggat waktu ini ditandai dengan keputusan baru Tehran untuk menurunkan komitmennya di kesepakatan nuklir.
(last modified 2026-05-04T10:04:58+00:00 )
Jul 07, 2019 08:17 Asia/Jakarta
  • JCPOA
    JCPOA

Tenggat waktu 60 hari yang diberikan Republik Islam Iran kepada pihak-pihak lain di Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) khususnya kepada pihak Eropa untuk menjalankan komitmennya berakhir hari ini Ahad 7 Juli 2019. Berakhirnya tenggat waktu ini ditandai dengan keputusan baru Tehran untuk menurunkan komitmennya di kesepakatan nuklir.

Berdasarkan pasal 26 dan 36 JCPOA, Iran dapat menghentikan sejumlah komitmennya dengan alasan pihak seberang tidak komitmen dan merusak manfaat Tehran di kesepakatan ini. Atau Tehran dapat menurunkan komitmen JCPOA-nya.

 

Dengan demikian Republik Islam Iran dalam sebuah responnya pada 8 Mei 2019 bertepatan dengan peringatan satu tahun keluarnya Amerika secara sepihak dari kesepakatan nuklir dan sebagai jawaban atas sikap Eropa yang tidak komitmen dengan janjinya serta tidak efektifnya mekanisme yang diusulkan Eropa untuk mengkompensasi dampak ekonomi keluarnya AS dari JCPOA menyatakan menangguhkan sejumlah komitmennya di kesepakatan nuklir.

Image Caption

Di sisi lain, Iran memberi tenggat waktu 60 hari kepada pihak-pihak yang tersisa di JCPOA untuk menjalankan komitmennya khususnya di sektor perbankan dan minyak. Tehran menjelaskan jika pihak seberang masih enggan menjalankan komitmennya maka Iran akan terus menurunkan komitmennya.

 

Langkah pertama yang ditempuh Iran adalah pekan lalu diumumkan level cadangan uranium diperkaya Iran telah melampaui batas 300 kg. Iran kini menyatakan dilangkah kedua akan melampaui 3,67 persen di pengayaan uraniumnya serta akan memproduksi serta memperkaya uranium lebih banyak. Selain itu, untuk reaktor air berat Arak akan kembali ke kondisi sebelum JCPOA.

 

Wakil Iran di organisasi internasional di Wina hari Sabtu (6/7) dalam statemennya menjelaskan, keputusan Iran untuk menurunkan kepatuhannya di JCPOA sebagai respon atas kondisi yang diciptakan oleh Amerika Serikat.

 

Penentuan syarat oleh Presiden AS Donald Trump dan peluncuran beragam skenario serta tidak dapat diganggu-gugat atau dinegosiasikan seputar kemampuan rudal Iran serta menegakkan ketentuan JCPOA secara permanen bagi Tehran termasuk hal-hal yang menunjukkan AS dan sejumlah pihak Eropa mengejar opsi lain yang tidak ada kaitannya dengan kesepakatan nuklir.

 

Amerika dengan tuntutannya seperti menghapus butir "ketentuan matahari terbenam" (the sunset provisions) atau ancaman dengan memanfaatkan butir "mekanisme pemicu" (trigger mechanism) berusaha menjadikan konten JCPOA sebagai instrumen dan pengaruh untuk meningkatkan represi terhadap Iran.

 

Di sisi lain kesepakatan Iran menerima secara suka rela untuk mengurangi aktivitas nuklirnya untuk jangka tertentu sekedar upaya untuk menjalin rasa saling percaya, namun Trump dengan keluar dari JCPOA bukan saja menyimpang dari prinsip ini, bahkan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendukung kesepakatan nuklir.

 

Koran Der Speigel Jerman dalam analisis kritisnya atas langkah Amerika menulis,"Donald Trump membatalkan JCPOA secara sepihak. Sejak saat itu, presiden Amerika menerapkan represi maksimum terhadap Iran dan berusaha memaksa Tehran menjalin kesepakatan baru dengan menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap negara ini."

 

Menteri penasihat di kemenlu Jerman, Niels Annen saat diwawancarai Koran Die Welt menekankan, strategi represi maksimum Trump tidak akan berhasil memaksa Iran ke meja perundingan.

 

Niels Annen menambahkan, "Kekecewaan Iran terkait JCPOA dapat dimaklumi."

 

Kini pesan Iran kepada semua pihak di JCPOA sangat jelas. Mekanisme finansial Eropa (INSTEX) sampai saat ini hanya sekedar langkah sandiwara. Menurut Presiden Iran Hassan Rouhani, INSTEX yang berongga dan kosong tidak ada manfaatnya.

 

Presiden Iran hari Sabtu (6/7) dalam kontak telepon dengan sejawatnya dari Perancis, Emmanuel Macron meminta Eropa menjalankan tanggung jawabnya terhadap perjanjian internasional dan resolusi PBB.

 

Berakhirnya tenggat waktu 60 hari Iran kepada pihak lain di JCPOA dari perspektif ini sama halnya dengan sampai pada titik akhir penantian dan pilihan dua opsi yang tersisa.

 

Pertama; secepatnya melaksanakan komitmen di JCPOA dan mengkompensasi kerugian yang diderita Iran.

 

Opsi kedua; melewati sebuah perjanjian yang tidak begitu dapat diandalkan sejak awal, namun itu bisa menjadi kesempatan untuk membangun kepercayaan dan memperkuat strategi negosiasi berdasarkan penghormatan terhadap hak-hak bersama. (MF)