Mousavi: Iran tak Percaya Komitmen Lisan dan Statemen Politik Eropa
https://parstoday.ir/id/news/iran-i72339-mousavi_iran_tak_percaya_komitmen_lisan_dan_statemen_politik_eropa
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, Republik Islam menanti langkah nyata negara-negara Eropa untuk mempertahankan kesepakatan nuklir JCPOA.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 29, 2019 11:03 Asia/Jakarta
  • Sayid Abbas Mousavi
    Sayid Abbas Mousavi

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, Republik Islam menanti langkah nyata negara-negara Eropa untuk mempertahankan kesepakatan nuklir JCPOA.

Sayid Abbas Mousavi, Senin (29/7/2019) dalam jumpa pers bersama wartawan dalam dan luar negeri menuturkan, Iran tidak bisa mempercayai komitmen lisan dan statemen politik Eropa.

Ia menambahkan, upaya-upaya diplomatik untuk mempertahankan JCPOA terus berlanjut, namun jika Eropa tidak melaksanakan komitmennya dalam kesepakatan ini, maka Iran akan mengambil langkah ketiga dengan lebih keras.

Sehubungan dengan keputusan pengadilan Brazil megizinkan dua kapal tanker Iran membeli bahan bakar dari perusahaan negara itu, Mousavi menjelaskan, negara-negara lain harus belajar dari kasus ini, dan bangkit melawan gertakan Amerika Serikat.

Jubir Kemenlu Iran juga menyinggung perubahan strategi Uni Emirat Arab dalam agresi militer ke Yaman. Menurutnya, pengurangan jumlah pasukan UEA di Yaman adalah langkah positif, dan dapat berujung dengan terciptanya stabilitas dan keamanan kawasan, serta penurunan ketegangan regional termasuk di Yaman.

Terkait statemen pejabat Arab Sadi yang ingin berdialog dengan Iran, Mousavi menerangkan, Iran berulang kali mendesak penyelesaian masalah negara-negara Muslim tanpa syarat, dan menyambut baik setiap langkah yang dapat mendekatkan negara-negara Muslim.

Ia menegaskan, kepentingan negara-negara Muslim menuntut penghapusan konflik internal, pasalnya langkah ini akan mencegah rezim-rezim ilegal untuk menyalahgunakan kondisi yang ada.

Soal nasib pemimpin komunitas Muslim Syiah Nigeria, Syeikh Zakzaky, Jubir Kemenlu Iran mengatakan, Syeikh Zakzaky adalah tokoh terkemuka di bidang ilmu dan agama, beliau memiliki kedudukan khusus di tengah umat Islam, dan Iran sudah mengerahkan seluruh upayanya untuk membebaskan beliau.

Ditanya tentang permintaan Menlu Amerika, Mike Pompeo untuk berkunjung ke Iran dan melakukan wawancara dengan media nasional Iran, Mousavi menjelaskan, permintaan ini adalah bentuk serangan terhadap wawancara-wawancara yang dilakukan Menlu Iran dengan media Amerika, dan dilakukan dalam rangka perang psikologis.

Jubir Kemenlu Iran juga mengabarkan rencana lawatan pejabat Cina dan India ke Iran dalam pekan ini. (HS)