Perjalanan Spiritual Haji Ibrahimi (5)
https://parstoday.ir/id/news/iran-i72565-perjalanan_spiritual_haji_ibrahimi_(5)
Ibadah Haji melambangkan persatuan dan solidaritas umat Islam dunia. Umat Islam dari beragam suku, etnis, bangsa dan negara mengenakan pakaian yang sama di tanah suci Mekah dengan mengumandangkan, "Labaik, Allahuma labaik ..."
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Aug 05, 2019 14:52 Asia/Jakarta
  • Perjalanan Spiritual Haji Ibrahimi (5)

Ibadah Haji melambangkan persatuan dan solidaritas umat Islam dunia. Umat Islam dari beragam suku, etnis, bangsa dan negara mengenakan pakaian yang sama di tanah suci Mekah dengan mengumandangkan, "Labaik, Allahuma labaik ..."

Di tanah suci Mekah, orang-orang dari berbagai penjuru dunia berdatangan dan berkumpul di  tempat tertentu untuk melaksanakan perintah Allah swt.  Mereka tidak mengenal satu sama lain. Wajah dan budaya yang berbeda dan berlainan dipertemukan. Di sekitar Ka'bah, di raudhah Nabi, di  Hira, dan gunung Thur, di Arafah, dan Mina. Lalu, apa tujuan mereka, dan mengapa mereka datang ke sana?

 

 

Seorang jemaah haji dari Indonesia mengatakan, "Tujuan ibadah haji untuk menumbuhkan kepribadian seseorang dan untuk mencapai penyempurnaan spiritulitas. Di sini mengisi hari dengan mengevaluasi diri, spiritualitas, dan berada bersama Tuhan Yang Maha Kuasa, berzikir kepada Allah swt, dan bertawasul kepada Nabi Muhammad Saw. Semua orang ingin datang ke tempat ibadah ini demi mencapai kesempurnaan diri mendekatkan diri kepada Allah swt. Inilah tujuan paling penting dari ibadah haji,".

Jemaah lain dari Jerman melihat ibadah haji melampau urusan pribadi dan individu saja seperti doa. ia mengatakan, "Pengaruh dan berkah yang diperoleh dari ibadah haji ini lebih penting dan berharga bagi umat Islam, bahkan bagi masyarakat dunia yang lebih penting dari dimensi pribadinya. Ketika beberapa juta orang berkumpul di tempat tertentu dan pada waktu tertentu dengan keyakinan, tentu saja ada tujuan luhur yang ingin diraih, dan tujuan itu tidak lain dari membentuk umat Islam yang agung."

Allah swt dalam Al-Quran surat Al-Imran ayat ke-96 berfirman, "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Mekah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia,".

Di surat Al-Maidah ayat 97, al-Quran menjelaskan, "Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, had-ya, qalaid. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu,".

Berdasarkan ayat ini, ibadah haji juga menjadi sarana untuk mengelola manusia. Artinya, massa dengan semua perbedaan fisiknya dari jenis kelamin, warna kulit, ras, bangsa dan negara dilatih di satu tempat untuk berperilaku dengan cara tertentu dan mencapai satu tujuan yang sama. Rangkaian ritual ibadah haji untuk membangun fondasi spiritual yang kokoh bagi kehidupan manusia demi kebahagiaan hakikinya.

 

 

Dalam menjelaskan filosofi haji, Alquran telah menekankan tujuan sosial dari haji dan efeknya bagi semua orang. Menurut Al-Qur'an, filosofi Ka'bah dan kebijaksanaan haji adalah untuk menegakkan manfaat bagi manusia. Di surat haj ayat 28 ditegaskan, "Liyasyhadu manafia lahum", yang artinya "supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka". Artinya, haji adalah gerakan kolektif untuk menyelesaikan masalah serta memberikan manfaat dan memenuhi kebutuhan bagi pertumbuhan serta perkembangan manusia.

Mengenai arti dari "manfaat" dari ayat ini, Mufasir besar Allamah Tabataba'i menulis, "Manfaat haji melampaui manfaat duniawi dan ukhrawi. Manfaat duniawinya sudah jelas, ketika berbagai etnis dan bangsa dengan semua perbedaannya demi memenuhi panggilan Tuhan sehingga saling mengenali, dan mereka dipersatukan dengan satu kata dan pelaksanaan ritual yang sama menghadap Ka'bah. Masing-masing berusaha semaksimal mungkin untuk memecahkan masalah yang lain dan belajar dari kebaikan satu sama lain dan saling membantu. Maka komunitas kecil menjadi komunitas dan umat yang besar, yang tidak bisa dilawan oleh kekuatan  manapun. ... Tipe kedua adalah manfaat ukhrawi, yang merupakan keberadaan semua jenis kedekatan dengan Allah swt yang pengaruhnya terbukti dalam tindakan dan ucapan manusia, ".

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, "Dalam haji, ada permohonan, doa, sai dan tawaf, dan pertemuan besar! Ini sangat penting ... Jika Tuhan Yang Mahakuasa hanya berpikir memanggil orang untuk menjalankan ritual haji, dan menghabiskan beberapa hari di sana dengan urusan ukhrawi, maka tidak perlu menetapkan waktu tertentu. Tetapi haji memiliki waktu yang pasti. Pada waktu khusus inilah umat Islam harus datang dari seluruh penjuru dunia dan ini adalah sebuah instruksi untuk semua sejarah. Ini berarti bahwa spirit dari sesama manusia sedang menjadi perhatian Yang Mahakuasa, inilah yang diinginkan Yang Mahakuasa. Ini berarti pembentukan umat Islam, dan haji adalah manifestasi dari umat Islam,".

Nabi Muhammad Saw memandang pencapaian kesempurnaan dan kebahagiaan sejati terletak pada pelaksanaan seluruh ibadah dalam jaran Islam, termasuk ibadah haji, Rasulullah Saw bersabda,"Tegakkan shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, tunaikan zakat dan ibadah haji di Baitullah untuk memasuki surga Tuhanmu. 

Dalam khotbahnya yang terkenal tentang Haji al-Wada, Rasulullah Saw memperingatkan umat Islam agar tidak melakukan beberapa hal yang merusak persatuan umat Islam dengan mengatakan,"... Aku umumkan sekarang bahwa pemakan riba, darah, dan semua kebiasaan jahiliah tidak bernilai, dan aku mengabaikannya. Demi Tuhan, wahai manusia waspadalah, jangan kembali kufur setelah kepergianku, dan sebagian dari kalian memenggal yang lain. Aku telah memberikan amanah kepada kalian jika berpegang kepadanya tidak akan tersesat,  dan itu adalah Kitabullah. " Nasihat Rasulullah ini kembali menegaskan urgensi persatuan umat Islam, dan ibadah jahi sebagai simbolnya.

 

Dengan karakteristik ini, haji merupakan ibadah yang memiliki kedudukan khusus. Oleh karena itu ibadah ini disebut sebagai Jami al-Umur, kumpulan dari semua urusan dari pelajaran jihad dan pengorbanan dengan harta, jiwa, dan menghindari keegoisan serta ketulusan dan perjalanan menuju Tuhan.

Ibadah haji jika dilaksanakan secara benar dapat membersihkan hati manusia dari kekotoran dan kesombongan dan mementingkan diri sendiri yang menjadi prinsip paling penting untuk membangun masyarakat yang adil, berwibawa mulia.(PH)