Takht Ravanchi: Kehadiran Pasukan Asing di Teluk Persia Picu Instabilitas
-
Majid Takt Ravanchi
Wakil tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Selasa malam (20/08) menilai tugas menjaga keamanan Teluk Persia berada di pundak negara-negara pantai di kawasan ini dan mengatakan kehadiran dan intervensi pasukan asing di perairan strategis ini memicu instabilitas dan tidak dapat diterima.
Menurut laporan IRNA, Majid Takht Ravanchi di sidang Dewan Keamanan yang mengkaji kendala perdamaian dan keamanan di Timur Tengah menekankan, setiap upaya untuk membentuk koalisi buatan bagi keamanan navigasi di kawasan Teluk Persia akan gagal.
Wakil tetap Iran di PBB di sidang tersebut menyebut konflik utama dan terlama di kawasan Timur Tengah adalah isu Palestina serta menjelaskan, selama krisis ini tidak diselesaikan, perdamaian dan keamanan di kawasan ini tidak akan terbentuk.
Takht Ravanchi seraya menjelaskan bahwa isu Palestina muncul karena pendudukan ilegal Israel mengingatkan, krisis ini hanya dapat diselesaikan dengan diakhirnya pendudukan.
Di sidang tersebut, Takht Ravanchi juga mengisyaratkan rencana Amerika "Kesepakan Abad" dan mengatakan, rencana ini dipastikan gagal karena mengabaikan isu pendudukan ilegal Palestina oleh Israel.
Lebih lanjut wakil tetap Iran di PBB mengisyaratkan intervensi AS di kawasan dan mengungkapkan, indikasi intervensi ini dengan mudah dapat ditemukan di Iran, Afghanistan, Irak, Suriah dan Yaman.
Di kesempatan tersebut Takht Ravanchi juga memaparkan list kejahatan dan intervensi Amerika di urusan internal Iran termasuk kudeta terhadap perdana menteri Iran saat itu pada 28 Mordad 1332 Hs atau tahun 1953 dan penembakan sebuah pesawat komersial Iran dengan 290 penumpangnya termasuk 66 anak-anak di perairan Teluk Persia pada Juli 1988 serta mengatakan, AS faktor utama krisis di Timur Tengah.
Takht Ravanchi juga menyinggung sanksi dan represi Amerika Serikat terhadap Iran dan menekankan, kampanye represi Amerika pasti gagal.
Wakil tetap Iran di PBB kepada petinggi Amerika menjelaskan, Iran telah ada di kawasan selama ribuan tahun dan akan tetap selama ribuan tahun lagi. (MF)