Langkah Nyata Eropa Jaga JCPOA, Bukan Perundingan AS
-
Zarif dan Macron
Deputi Menteri Luar Negeri Iran urusan politik mengatakan, Republik Islam Iran tidak akan membiarkan Amerika Serikat menyalahgunakan perundingan Iran dengan Eropa.
Sayid Abbas Araqchi, Rabu (28/8/2019) malam menanggapi spekulasi sejumlah pihak soal pertemuan Presiden Iran dan Amerika dalam waktu dekat dan menuturkan, Iran tidak punya agenda perundingan apapun dengan Amerika.
Lawatan Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif ke Perancis dan negosiasinya dengan Menlu serta Presiden Perancis di sela pertemuan kelompok G7, mengundang reaksi beragam di media dunia.
Negosiasi empat jam antara Zarif dengan beberapa pejabat Perancis di sela pertemuan G7 membuktikan bahwa Eropa masih mendukung kesepakatan nuklir JCPOA sebagai prestasi diplomasi internasional meski ditentang Amerika.
Pesan yang ingin disampaikan dari pertemuan Menlu Iran dengan pejabat Perancis di sela pertemuan G7 yang dihadiri Amerika adalah hubungan Iran-Eropa, juga dukungan atas JCPOA merupakan masalah bilateral dan keluar dari kerangka kebijakan Amerika.
Saat ini Iran berprinsip selama Eropa secara penuh memegang komitmen JCPOA, maka pihaknya juga akan bertahan di kesepakatan nuklir ini. Kenyataannya sekarang Eropa tidak secara penuh menjaga komitmennya dalam JCPOA.
Maka dari itu, Iran menerapkan kebijakan penurunan komitmen nuklir dan berusaha menjaga keseimbangan komitmennya, juga membantu mempertahankan kesepakatan nuklir ini.
Kunjungan mendadak Zarif ke Perancis dan negosiasinya dengan pejabat Paris juga dilakukan dalam kerangka ini. Iran selain menerapkan kebijakan penurunan komitmen nuklir, juga terus melakukan negosiasi konstruktif agar JCPOA tetap berada di jalur yang semestinya sampai kepentingan ekonomi Iran terpenuhi secara utuh.
Oleh karena itu perundingan Iran dengan Amerika terkait JCPOA tidak bisa dilakukan karena keluar dari rel, dan perundingan dengan sebuah negara yang sudah melanggar kesepakatan, sangat tidak bisa dipercaya.
Iran saat ini dengan kebijakan dan diplomasi rasional serta konstruktifnya mendapat dukungan dunia internasional, dan masalah ini membangkitkan kemarahan Presiden Amerika.
Kesimpulannya, kesepakatan nuklir JCPOA akan tetap terjaga jika Eropa melakukan langkah nyata, bukan karena perundingan Iran dan Amerika. Sepanjang Eropa mengambil keputusan yang keluar dari ambisi Amerika, maka sepanjang itu pula JCPOA terjaga.
Upaya Presiden Perancis, Emmanuel Macron untuk keluar dari jalan buntu krisis nuklir Iran, juga harus disesuaikan dengan perangkat yang dimiliki Eropa sendiri, bukan perundingan dengan Amerika, karena negosiasi dalam kondisi seperti sekarang ini, tidak mungkin dilakukan. (HS)