Kunker Presiden Iran ke Provinsi Yazd
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani dan beberapa menteri melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Yazd pada hari Minggu (10/11/2019) untuk meresmikan berbagai proyek infrastruktur dan ekonomi.
Mereka tiba di Bandara Shahid Ayatullah Sadoughi dan disambut Perwakilan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran di Provinsi Yazd, Gubernur Yazd dan pejabat lokal lainnya.
Saat berada di bandara, Rouhani mengatakan, dalam kunjungan ini, proyek-proyek baru yang bertujuan untuk kontribusi pada pengembangan dan kemajuan Provinsi Yazd akan diumumkan.
"Hari ini, kita adalah tamu dari masyarakat tercinta Yazd dan kita akan bertemu dengan mereka. Dalam kunjungan ini, dua proyek penting akan mulai beroperasi di Ardakan," jelasnya.
Dia juga menyatakan harapan bahwa kunjungan tersebut akan memberikan hasil yang baik bagi masyarakat di Provinsi Yazd.
Presiden Iran kemudian menyampaikan pidato di hadapan masyarakat Yazd di Kompleks Budaya-Sejarah Amir Chakhmaq.
Dia mengatakan, ladang minyak besar baru-baru ini telah ditemukan yang sedikitnya mengandung 53 miliar barel minyak.
Presiden Iran kemudian menyinggung sanksi Amerika Serikat terhadap negaranya dan langkah maksimum Washington untuk menekan Tehran.
"Terlepas dari sanksi Anda, industri minyak kami berkembang dan berkembang," ujarnya.
Presiden Iran memulai pidatonya dengan memuji penduduk Yazd atas pengorbanan mereka di jalan Revolusi Islam. Dia menegaskan, bangsa Iran melawan musuh dengan solid dan tegas.
"Kami akan mengecewakan musuh dan menghancurkan harapannya. Angka-angka ekonomi terbaru, misalnya, inflasi pada bulan-bulan Ordibehesht 2%, Khordad 3%, dan Mordad dan Shahrivar masing-masing 0,8%, pasti akan mengecewakan musuh. Ekspor non-minyak Iran telah meningkat secara signifikan meskipun ada sanksi sepihak Amerika," imbuhnya.
Rouhani juga menyingung perang melawan korupsi dan mengatakan bahwa seluruh rakyat menginginkan perang yang transparan dan efektif melawan korupsi. Dia mendesak pengadilan Iran untuk memerangi korupsi dengan lebih efektif.
Presiden Iran juga meyakinkan masyarakat di Provinsi Yazd bahwa dalam pemerintahannya tidak ada satu rial pun uang publik yang tidak terhitung.
"Kami dapat menjelaskan setiap rial yang dihabiskan oleh pemerintah ini," tuturnya.
Di bagian akhir pidatonya, Rouhani mengumumkan dimulainya beberapa proyek industri, konstruksi, dan infrastruktur utama di kota Yazd dan sekitarnya.
Menurutnya, proyek-proyek itu akan menciptakan banyak lapangan kerja di Provinsi Yazd. (RA)