Takht-e Ravanchi: Iran Menyambut Timur Tengah Bebas Nuklir
https://parstoday.ir/id/news/iran-i75747-takht_e_ravanchi_iran_menyambut_timur_tengah_bebas_nuklir
Wakil tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Majid Takht-e Ravanchi menilai implementasi rencana usulan Iran menciptakan zona bebas nuklir di Asia Barat akan memperkokoh perdamaian dan keamanan regional.
(last modified 2026-04-05T11:58:22+00:00 )
Nov 19, 2019 08:46 Asia/Jakarta
  • Majid Takht-e Ravanchi
    Majid Takht-e Ravanchi

Wakil tetap Republik Islam Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Majid Takht-e Ravanchi menilai implementasi rencana usulan Iran menciptakan zona bebas nuklir di Asia Barat akan memperkokoh perdamaian dan keamanan regional.

IRNA melaporkan dari New York, Majid Takht-e Ravanchi di pembukaan Konferensi Timur Tengah Bebas Senjata Nuklir dan Pembunuh Massal mengatakan, arsenal senjata pemusnah massal Israel di bawah dukungan AS serta kebijakan nuklir AS yang menganggap dirinya layak menggunakan senjata nuklir serta praktis dengan senjata nuklir mereka mengancam negara-negara non nuklir, merupakan dua kendala utama bagi terealisasinya zona bebas nuklir di Timur Tengah.

Di konferensi ini yang dihadiri oleh sekjen PBB, ketua Majelis Umum PBB dan perwakilan negara-negara anggota PBB, wakil tetap Iran seraya mengisyaratkan usulan Tehran terkait pembentukan zona bebas nuklir di Asia Barat mengatakan, pelaksanaan rencana ini bukan saja memperkokoh keamanan dan perdamaian kawasan tapi juga dunia.

Seraya menyatakan kesiapan Iran untuk bekerja sama dengan seluruh negara kawasan guna menyusun sebuah perjanjian yang mengikat, Takht-e Ravanchi menyebut absennya perwakilan AS dan Israel di konferensi ini sebagai indikasi niat mereka untuk menggagalkan pertemuan ini dan ia meminta semua pihak menekan Amerika dan Israel agar berperilaku yang bertanggung jawab dan menerima komitmennya serta melaksanakannya.

Konferensi Timur Tengah bebas dari senjata nuklir dan pemusnah massal di PBB merupakan pertemuan pertama yang digelar sejak Iran mengusulkan untuk menggelar pertemuan seperti ini sejak 45 tahun lalu.

Atas kesepakatan negara-negara kawasan, di konferensi ini wakil Iran dipilih sebagai pemimpin konferensi dan dijadwalkan pertemuan akan berlangsung selama lima hari. (MF)