Peringati Hari AIDS, Menara Milad di Tehran Berwarna Merah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i76149-peringati_hari_aids_menara_milad_di_tehran_berwarna_merah
Menara Milad di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran menjadi merah pada malam peringatan Hari AIDS Sedunia, Sabtu malam, 30 November 2019.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 01, 2019 15:07 Asia/Jakarta

Menara Milad di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran menjadi merah pada malam peringatan Hari AIDS Sedunia, Sabtu malam, 30 November 2019.

Pada kesempatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember, lampu Menara Milad, yang merupakan menara serba guna di Tehran, menyala merah sebagai bentuk simpati kepada pasien HIV.

Hari AIDS Sedunia pertama dicetuskan pada 1988 dan diperingati setiap 1 Desember. Penggagasnya adalah James W. Bunn dan Thomas Netter yang bekerja di bagian informasi Global Programme World Health Organization (WHO).

Tanggal ini diperingati agar menambah kesadaran penting dalam berjuang melawan virus penyebab AIDS, yakni HIV, sekaligus memberikan support pada pengidap AIDS dan mengenang para korban penyakit tersebut.

Menurut data PBB, Minggu (1/12/2019), ada 32 juta orang yang meninggal akibat AIDS sejak 1990. Untuk 2018 saja ada antara 570 ribu hingga 1,1 juta yang meninggal akibat penyakit tersebut, sementara, di seluruh dunia ada 37,9 juta orang hidup dengan HIV.

Hari AIDS Sedunia pun diikuti oleh negara-negara anggota PBB yang secara resmi mengakui Hari AIDS pada 27 Oktober 1988, termasuk Indonesia yang peringatannya dipimpin Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial.

Pada peringatan Hari AIDS Sedunia 2019, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guteres mengajak pentingnya peran komunitas atau masyarakat dalam mengakhiri AIDS. Ia berharap dengan kontribusi tiap komunitas, maka tidak ada satu pun penderita AIDS yang ditelantarkan.

"Advokasi yang kuat yang dimainkan para komunitas sangat dibutuhkan lebih daripada sebelumnya agar memastikan AIDS tetap menjadi agenda politik, bahwa HAM dihormati, dan pihak pengambil keputusan dan yang menerapakannya dapat terus akuntabel," ujar Guterres.

Pita merah menjadi simbol universal dan sebagai tanda kepedulian dan dukungan bagi orang-orang dengan HIV. Ide simbol pita merah ini hadir pada 1991 atau satu dekade setelah kemunculan HIV. Saat itu, 12 seniman berkumpul di sebuah galeri di New York, Amerika Serikat.

Pertemuan itu dilakukan untuk membahas sebuah proyek untuk meningkatkan kesadaran masyarakat seputar HIV AIDS. Apalagi di tahun-tahun itu stigma terhadap orang dengan HIV AIDS begitu kencang.

Dari pertemuan itulah muncul ide penggunaan pita merah sebagai simbol kepedulian dan dukungan kepada orang-orang dengan HIV. (RA)