Pidato Presiden Iran di Kuala Lumpur Summit 2019
https://parstoday.ir/id/news/iran-i76727-pidato_presiden_iran_di_kuala_lumpur_summit_2019
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengatakan, dunia Islam di tingkat nasional dan internasional menghadapi tantangan baru, oleh karena itu dunia Islam harus memikirkan langkah-langkah untuk lepas dari hegemoni dolar dan sistem finansial Amerika Serikat.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Des 19, 2019 15:48 Asia/Jakarta

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani mengatakan, dunia Islam di tingkat nasional dan internasional menghadapi tantangan baru, oleh karena itu dunia Islam harus memikirkan langkah-langkah untuk lepas dari hegemoni dolar dan sistem finansial Amerika Serikat.

Hal itu disampaikan Rouhani dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi Kuala Lumur (Kuala Lumpur Summit 2019) pada hari Kamis (19/12/2019) di ibu kota Malaysia.

Dia menambahkan, kendala utama terbaru dunia Islam di tingkat nasional dan internasional adalah tantangan budaya dan identitas, keamanan, ketertinggalan, dan ekonomi.

Menurutnya, lemahnya identitas nasional dan Islam serta hegemoni budaya asing merupakan ancaman terpenting bagi dunia Islam.

"Perang di Suriah dan Yaman, kerusuhan dan instabilitas di Irak, Lebanon, Libya dan Afghanistan adalah hasil dari ekstremisme internal dan intervensi asing," ujarnya.

Presiden Iran menilai kerjasama dan interaksi antar negara-negara Muslim sebagai sebuah prinsip utama.

"Sinergi kapasitas politik dan ekonomi akan mengubah dunia Islam menjadi blok besar kekuatan di tingkat internasional. Menumpuknya kapasitas sains dan teknologi di negara-negara Muslim bisa mengkompensasi ketertinggalan yang ada dan menghapus peluang hegemoni asing," tuturnya.

Rouhani menegaskan bahwa Palestina masih menjadi isu utama dunia Islam. Dia menuturkan, lalai atas isu Palestina dan membahas isu parsial serta memicu perpecahan adalah sebuah penyimpangan besar.

Presiden Iran mengusulkan pembentukan dana bersama pada KTT Kuala Lumpur untuk jaminan finansial kerjasama teknologi antar negara  Muslim.

Dia juga mengusulkan pembentukan pusat riset bersama di bidang teknologi kecerdasan buatan dan keamanan cyber  serta pembentukan pasar bersama negara-negara Muslim dan Islam di bidang ekonomi digital.

Presiden Iran tiba di Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia pada Selasa petang untuk memenuhi undangan resmi Perdana Menteri Mahathir Mohamad guna menghadiri KTT Kuala Lumpur 2019.

KTT Kuala Lumpur mempertemukan para pemimpin Malaysia, Indonesia, Pakistan, Turki, Iran dan Qatar serta 450 intelektual dan cendekiawan Muslim dari seluruh dunia. KTT ini akan berlangsung di Kuala Lumpur dari Rabu-Sabtu, (18-21/12/2019).

KTT Kuala Lumpur bertujuan membahas dan menemukan solusi baru bagi persoalan-persoalan yang dihadapi dunia Islam dan memberikan kontribusi bagi kemajuan umat Islam dan negara-negara Islam.

KTT Kuala Lumpur 2019 mengusung tujuh tema utama, yaitu: pembangunan dan kedaulatan, integritas dan tata kelola yang baik, budaya dan identitas, keadilan dan kebebasan, keamanan, keselamatan dan pertahanan, perdagangan dan investasi, dan teknologi  dan tata kelola internet.

Para pemimpin negara-negara Muslim, para cendekiawan dan pemikir akan berdialog dan mencari solusi bersama untuk menangani berbagai persoalan yang membelenggu dunia Islam. (RA)